pertarungan malaikat dan iblis
Foto: Pinterest

Perdebatan antara Surga dan Neraka

Rasulullah shalallahualihi wa sallam menceritakan bahwa surga dan neraka itu berdebat di hadapan Tuhan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia menceritakan bahwa Rasulullh bersabda,

تَحَاجَّتْ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ، فَقَالَتْ النَّارُ أُوثِرْتُ بِالْمُتَكَبِّرِينَ وَالْمُتَجَبِّرِينَ. وَقَالَتْ الْجَنَّةُ: مَا لِي لَا يَدْخُلُنِي إِلَّا ضُعَفَاءُ النَّاسِ وَسَقَطُهُمْ وَغِرَّتُهُمْ. قَالَ اللَّهُ لِلْجَنَّةِ: إِنَّمَا أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِي. وَقَالَ لِلنَّارِ إِنَّمَا أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِي وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا. فَأَمَّا النَّارُ فَلَا تَمْتَلِئُ حَتَّى يَضَعَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى رِجْلَهُ فَتَقُولُ: قَطْ، قَطْ، قَطْ. فَهُنَالِكَ تَمْتَلِئُ وَيُزْوَى بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ وَلَا يَظْلِمُ اللَّهُ مِنْ خَلْقِهِ أَحَدًا. وَأَمَّا الْجَنَّةُ فَإِنَّ اللَّهَ يُنْشِئُ لَهَا خَلْقًا.

“Surga dan neraka saling berdebat. Neraka berkata, ‘Aku diberi keutamaan sebagai tempat orang-orang yang sombong dan orang-orang perkasa yang bengis.’ Surga berkata, “Lalu mengapa aku hanya akan dimasuki orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak cinta dunia, dan orang-orang yang baik?” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada surga, “Sesungguhnya, engkau adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki.” Lalu Dia berfirman kepada neraka, “Sesungguhnya, kamu adalah siksa-Ku yang denganmu Aku menyiksa hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki. Dan masing-masing di antaramu akan memiliki penghuni.” Neraka tidak akan pernah penuh hingga Allah s.w.t. menginjakkan kaki-Nya, hingga ia akan berkata, “Cukup! Cukup! Cukup!” Di sini, neraka menjadi penuh sesak dengan injakan tersebut, hingga para penghuninya saling berhimpitan. Allah tidak akan berbuat zalim kepada seorang hamba-Nya. Selain itu, Allah juga akan menciptakan makhluk untuk memenuhi surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA: Doa Terakhir Para Penduduk Surga

Imam Bukhari juga meriwayatkan dengan redaksi:

اِخْتَصَمَتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ (إِلَى رَبِّهِمَا)، فَقَالَتِ الْجَنَّةُ: يَا رَبِّ، مَالَهَا لَايَدْخُلُهَا إِلاَّ ضُعَفَاءُ النَّاسِ وَسَقَطُهُمْ؟ وَقَالَتِ النَّارُ،[1] فَقَالَ (اللهُ) لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِيْ. وَقَالَ لِلنَّارِ: أَنْتِ عَذَابِيْ أُصِيْبُ بِكَ مَنْ أَشَاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا مِلْؤُهَا، فَأَمَّا الْجَنَّةُ فَإِنَّ اللهَ لَايَظْلِمُ مِنْ خَلْقِهِ أَحَدًا، وَإِنَّهُ يُنْشِئُ لِلنَّارِ[2] مَنْ يَشَاءُ، فَيُلْقَوْنَ فِيْهَا، فَتَقُوْلُ: هَلْ مِنْ مَزِيْدٍ؟ وَيُلْقَوْنَ فِيْهَا، فَتَقُوْلُ: هَلْ مِنْ مَزِيْدٍ، حَتَّى يَضَعَ قَدَمَهُ فِيْهَا، فَتَمْتَلِئُ وَيَزْوِى بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ، فَتَقُوْلُ: قَطُّ، قَطُّ، قَطُّ.

“Surga dan neraka mengadu kepada Tuhan. Surga berkata, “Wahai Tuhan, mengapa tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang lemah dan hina?” Lalu neraka berkata. Maka Allah berfirman kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku.” Dan berfirman kepada neraka, “Engkau adalah azab-Ku yang Aku timpakan terhadap orang yang Aku kehendak.” Masing-masing memiliki isinya. Adapun surga, maka Allah tidak menzalimi seorangpun makhluk-Nya. Dan Dia menciptakan siapa yang kehendaki untuk menghuni neraka. Merekapun dilemparkan ke dalam neraka, dan neraka berkata, “Apakah masih ada lagi?” Merekapun dilemparkan ke dalam neraka, dan neraka berkata, “Apakah masih ada lagi?, sampai Allah meletakkan kaki-Nya di dalam neraka, hingga nerakapun penuh dan saling beringsung sebagian kepada sebagian yang lain dan berkata, “cukup, cukup, cukup.”

Dalam riwayat Bukhari yang lain disebutkan, seringkali ia dimauqufkan oleh Abu Sufyan al-Hamiri, salah seorang perawi, Ia berkata, “Neraka ditanya: Apakah engkau sudah penuh?” dan dia menjawab, “Apakah masih ada lagi?” Lalu Allah meletakkan telapak kaki padanya, hingga neraka berkata, “cukup, cukup.”

Imam Muslim meriwayatkan seperti riwayat pertama dan berakhir pada kalimat:

وَلِكُلٍّ مِنْهُمَا مِلؤُهَا

Masing-masing mendapat jatah isinya.”

Dalam riwayat lain, disebutkan:

فَمَا لِيْ لَايَدْخُلُنِيْ إِلاَّ ضُعَفَاءُ النَّاسِ وَسِقْطُهُمْ[3] وَغِرَّتُهُمْ؟

Mengapa tidak ada yang memasuki aki selain orang-orang lemeh, remah dan penurut.”

BACA JUGA: Inilah Orang-Orang yang Masuk Surga Tanpa Dihisab

Pada akhir hadis disebutkan,

فَأَمَّا النَّارُ، فَلَا تَمْتَلِئُ حَتَّى يَضَعَ قَدَمَهُ عَلَيْهَا، فَهُنَالِكَ تَمْتَلِئُ وَيَزْوِى بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ.[4]

Adapun neraka tidak bisa penuh hingga Allah meletakkan telapk kaki-Nya di atasnya. Pada saat itulah, iapun penuh dan saling beringsut sebagian kepada sebagian yang lain.”

Wallahu a’lam bishawab. []

[1]Pentahqiq Jami’ al-Ushul mengatakan, “Demikian yang tercatat dalam manuskrip-manuskrip. Sedangkan dalam naskah-naskah cetakan adalah: أوثرت بالمتكبرين. Al-Hafizh, dalam al-Fath, mengatakan, “Demikian tertulis di sini secara singkat.” Ibnu Bathal mengatakan, “Kata-kata النار di sini tidak tertulis dalam semua naskah, tapi tercatat dalam hafal. Lihat pula: al-Fath, 13/434.

[2]Banyak ulama yang menegaskan bahwa ini adalah kesalahan sebagian perawi. Yang benar adalah ينشئ للجنة.

[3]السقط berarti yang diremehkan. Termasuk السُّقط untuk menyebut barang yang buruk. غرتهم; الغر adalah orang yang tidak berpengalaman, sedikit keburukan dan patuh.

[4] HR. Bukhari, 8/458, dalam Tafsir Surat Qaf, bab Qauluhu ta’ala: وتقول هل من مزيد, dan Kitab at-Tauhid, Bab Ma Jaa fi Qaulillah Ta’ala: إن رحمة الله قريب من المحسنين, juga Muslim, nomor: 2846, dalam Kitab al-Jannah, Bab an-Nar Yadkhuluha al-Jabbarun wa al-Jannah Yadkhuluha adh-Dhu’afa, kemudian Tirmidzi, nomor 2564, dalam Shifat al-Jannah, Bab Ma Jaa fi Ihtijaj al-Jannah wa an-Nar. Jami’ al-Ushul, 10, 544-547.

 

Sumber: Surga dan Neraka, Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *