Wawancara Kerja

Ingin Cepat Bekerja? Ini Nih Tips Wawancara yang benar!

INSPIRADATA. Bekerja adalah keinginan setiap orang, karena dengan bekerja seseorang dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bekerja juga terkadang menjadi tolak ukur penilaian orang lain kepada kita bagaimana derajat sosial kita di lingkungan sekitar. Pada umumnya, setiap orang tidak ingin jika mereka menganggur sampai berbulan-bulan.

Pasti ingin rasanya lamaran kerja yang kita masukan, direspon oleh pihak perusahaan dan segera dipanggil untuk wawancara. Wawancara ini menjadi kunci untuk membuka gerbang dunia kerja kita, terkadang seseorang yang sudah akan bekerja kerap menghadapi kendala dalam proses wawancaranya.

Kendala ini, tak jarang membuat pekerjaan yang kita inginkan tidak terwujud. Lantas, apa saja hal-hal yang harus kita hindari agar tahap wawancara ini dapat anda lewat dengan mudah dan dapat diterima pada pekerjaan yang anda inginkan? Sebagaimana dilansir oleh Liputan6, Kamis (4/5/2017), berikut 5 hal yang akan menggagalkan wawancara anda:

1. Terlalu agresif

Redam kesenangan Anda. Ada perbedaan besar antara menjadi asertif dengan agresif. Anda mungkin saat antusias dengan panggilan yang datang. Namun bukat berarti saat wawancara Anda menanyakan segala hal saat belum diberikan kesempatan atau menjawab di luar konteks pertanyaan.

Bersabarlah. Karena kalau Anda memang kandidat potensial, Anda hanya akan membuang kesempatan bagus dengan berperilaku agresif.

2. Tidak menanggapi

Sebaiknya, jangan karena Anda takut salah ketik atau salah bicara, Anda jadi membiarkan email panggilan wawancara kerja. Jadi pastikan kalau Anda membalas email disertai terima kasih untuk menunjukkan apresiasi.

Kirimkan email balasan paling lambat 24 jam setelah menerima email panggilan agar nama Anda tidak terlewatkan. Jangan lupa untuk mengecek isi email balasan agar tidak ada salah ketik.

3. Hanya mencari lewat online

Ada banyak cara mencari kerja. Jangan batasi lamaran Anda hanya lewat online. Karena kemungkinan email lamaran Anda masuk ke folder junk mail juga besar. Tetap kirimkan berkas lamaran melalui pos atau bertanya melalui jaringan pertemanan atau keluarga.

Meminta teman sesama fresh graduate untuk memasukkan lamaran

Ketika Anda mandengar seorang teman seangkatan diterima di sebuah perusahaan bergengsi, biasanya muncul keinginan untuk meminta dimasukkan teman. Namun sebaiknya jangan berharap banyak. Teman Anda baru saja memulai kariernya sehingga dia tidak punya waktu dan tidak punya koneksi.

4. Lupa membenahi profil online

Banyak manager HRD yang mengecek profil kandidat tidak hanya melalui CV tapi juga akun media sosial. Jadi kalau Anda pernah bertengkar di Twitter, menyebarkan hoax di Facebook, atau selama ini selalu me-retweet speech hate saat Pilkada, waspadalah karena ini bisa menjegal Anda dalam mendapatkan pekerjaan terbaik.

Survei dari Career Builder menyebutkan, 60 persen perusahaan akan mengecek media sosial calon karyawan. Jadi buang jauh-jauh anggapan kalau media sosial tidak akan berpengaruh dalam kerier Anda.

5. Meminta gaji yang tidak masuk akal

Memang, gaji pertama akan menentukan gaji-gaji selanjutnya. Ketika gaji pertama Anda lumayan, Anda telah menetapkan standar tinggi untuk harga kinerja Anda. Tapi ketika Anda mengajukan gaji yang jauh terlalu tinggi dibandingkan gaji rata-rata posisi dan tingkat pendidikan, sedangkan Anda tidak punya pengalaman, Anda akan dinilai arogan.

Saat ini banyak situs-situs yang menyediakan informasi gaji. Anda bisa mengajukan sedikit di atas rata-rata. Karena jika permintaan Anda ditolak, Anda tetap bisa mendapatkan angka rata-rata. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *