Foto: PInterest

Perhatikan Puasa dan Sahur, Momen Terbaik Orangtua untuk Didik Buah Hati

INSPIRADATA. Saat Ramadhan, bisa menjadi momen parenting terbaik untuk orang tua mendidik anaknya. Puasa adalah salah satu bahannya.

“Mengenalkan anak berpuasa sama pentingnya dengan mengenalkan anak pentingnya shalat dan nilai agama lain. Sejak dini, anak seharusnya sudah mulai ‘ditularkan’, diarahkan, dibimbing, serta diberikan contoh mengenai perilaku berpuasa dan hikmah di balik kegiatan tersebut,” jelas Irma Gustiana A, M.Psi., Psi., psikolog anak dan keluarga.

Menurut Irma, mengenalkan puasa sejak dini tak harus menuntut anak untuk berpuasa seharian penuh.

“Semuanya didasarkan pada usia dan kemampuan anak masing-masing,” ujar Irma.

Biasakan Ajak Buah Hati Sahur

Hal terpenting saat mulai mengajarkan anak berpuasa adalah membiasakannya untuk ikut sahur. Karena sahur adalah waktu untuk tubuh mempersiapkan cadangan nutrisi dan hidrasi yang diperlukan saat berpuasa.

70 % berat badan anak-anak merupakan cairan yang tidak hanya terdiri dari air, namun juga ION. Selain itu anak-anak lebih cepat kehilangan cairan tubuh dibandingkan orang dewasa, sehingga ia rentan terkena dehidrasi atau kekurangan cairan.

Efek dari dehidrasi ini bisa membuat anak merasa pusing, sakit kepala, lemas dan tingkat konsentrasinya menurun. Ini tentunya akan mempengaruhi kemampuan belajarnya saat di sekolah.

Perhatikan Asupan Cairannya

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, orang tua harus memperhatikan asupan nutrisi dan hidrasi yang dikonsumsi anak saat sahur. Tak hanya makanan, justru asupan cairan merupakan faktor penting untuk anak-anak saat berpuasa.

Bila anak senang mengonsumsi minuman manis seperti teh dan soda, sebaiknya hindari minuman tersebut saat sahur. Kedua minuman tersebut bersifat diuretik yang dapat mempercepat pengeluaran cairan dan membuat anak menjadi sering buang air kecil sehingga ia rentan dehidrasi.

Cairan tubuh tidak hanya terdiri dari air saja namun juga ION, karenanya minum air putih saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan. Lengkapi menu sahur dengan minuman yang komposisinya mirip dengan cairan tubuh dan cepat diserap seperti Pocari Sweat.

Sama seperti kaktus yang dapat menyimpan cairan lebih lama, ION dalam Pocari Sweat dapat mengikat cairan bertahan lebih lama di dalam tubuh sehingga mencegah dehidrasi dan membuat anak jadi tidak mudah merasa haus saat puasa.

Oleh sebab itu, pastikan setiap sahur untuk selalu memperhatikan asupan cairan yang dikonsumsi anak agar ia bisa belajar berpuasa dengan lancar tanpa dehidrasi. []

Sumber: Tribun


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Pasang Stiker ‘Happy Family’ di Mobil Pribadi, Ini Bahayanya

para pelaku kejahatan jadi bisa mengetahui, kapan waktu sang anak sendirian di rumah tanpa ditemani ayah dan bundanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *