Buruh wanita peringati hari buruh
Foto: Buruh wanita peringati hari buruh

Peringati Hari Buruh 2017, Buruh Wanita Akan Turun di Bundaran HI

INSPIRADATA. Komite Aksi Perempuan (KAP) akan turut meramaikan Hari Buruh Internasional 2017, dengan turun langsung ke Bundaran HI sebelum long march menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Demikian disitat dari CNNIndonesia, Senin (1/5/2017).

“Kami akan membawa peralatan rumah tangga, sapu, caping, serbet sebagai bentuk perjuangan dan perlawanan kami,” kata Ega Melindo selaku Staf Divisi Kampanye Solidaritas Perempuan, Minggu (30/4).

selain itu Melinda mengatakan, buruh perempuan bakal menggelar orasi, pembacaan puisi dan tetrikal dalam menyuarakan tuntutan terkait masalah yang kerap menimpa para pekerja perempuan di Indonesia maupun di luar negeri.

KAP juga akan membawa instalasi Buku Hitam yang berisi Catatan Hitam Buruh Perempuan 2017.

KAP merupakan jaringan pekerja dan aktivis yang terdiri dari JALA PRT, Solidaritas Perempuan, Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), dan Institute Perempuan.

Kemudian ada Perempuan Mahardhika, Kapal Perempuan, Kalyanamitra, Cedaw Working Group Indonesia (CWGI), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Jaringan Buruh Migran (JBM), Migrant Care, dan www.Konde.co.

Ega mengatakan, berdasarkan Catatan Hitam Buruh Perempuan 2017, KAP menuntut pemerintah melaksanakan kebijakan dengan standar Hak Asasi Manusia bagi buruh perempuan.

“Selama ini pemerintah terbukti memudahkan investasi dan usaha yang berakibat pada peminggiran kesejahteraan ibu dan para buruh perempuan di Indonesia,” ujar Ega.

Ega menambahkan, pihaknya juga meminta pemerintah menyelesaikan persoalan perempuan buruh di Indonesia secara fundamental dengan menggunakan gagasan kritis dan terintegrasi dengan standar HAM seperti The Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women (CEDAW).

Menurut Ega, pemerintah juga perlu meratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 183 Tahun 2000, yang menjelaskan standar komprehensif perlindungan hak maternitas.

“Kami ingin memastikan adanya keputusan bersama tentang perlindungan maternitas diantara tiga kementerian yaitu Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Kesehatan,” katanya.

BACA JUGA: 

Inilah 3 Tuntutan Utama Buruh Di Hari Buruh 2017!

Selain itu, kata Ega, KAP juga mendesak DPR dan pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi ILO Nomor 189 tentang Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan melakukan pembahasan sekaligus pengesahan RUU PPRT.

KAP ingin mendorong pemerintah menciptakan perlindungan yang komprehensif bagi perempuan buruh migran melalui Revisi UU Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dengan mengacu pada Konvensi Migran 90, dan CEDAW, Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 189.

“Hapus diskriminasi terhadap Pekerja Rumah Tangga Migran dengan mencabut Roadmap Zero Domestik Workers,” ujarnya. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *