pendidikan berorientasi gender, Perlukah Pendidikan Berorientasi Gender?
Unik, Informatif , Inspiratif

Perlukah Pendidikan Berorientasi Gender?

0

Jika kita amati, anak laki-laki lebih agresif dari anak perempuan. Tidak heran bila konsultan pendidikan, Michael Gurian, menganjurkan untuk mengawasi perilaku agresif ini, tanpa mematikan dengan cara melakukan pendidikan out door. Anak laki-laki membutuhkan lebih banyak ruang fisik dibanding anak perempuan.

Tuhan telah menciptakan perbedaan kondisi biologis pada anak laki-laki dan anak perempuan. Secara statistik, telah disimpulkan, adanya kelebihan dan kekurangan yang mengarah pada perbedaan gender:

BACA JUGA: UAS Ajak Orang Tua Hijrah Pendidikan Anak

-Dalam membaca, murid wanita melampaui murid laki-laki.
-Dalam matematika, murid laki-laki lebih tinggi dibanding murid wanita.
-Murid lelaki lebih banyak mengalami DO dibanding murid perempuan.

Dalam bersosialisasi, umumnya anak perempuan akan berkumpul dengan sesama jenisnya, begitu juga anak lelaki. Hal ini tak terlepas dari minat yang sama. Namun pemisahan kelas berdasarkan kelamin, seringkali sukar dan tidak praktis. Maka mengkombinasikan pengetahuan tentang perkembangan berdasarkan gender, dan dunia pendidikan menjadi pilihan yang tepat.

BACA JUGA: Merencanakan Masa Depan Anak

Namun dengan adanya pesantren, atau sekolah Islam terpadu, yang memisahkan kelas secara gender, sepertinya menjadi pilihan tepat dalam mengoptimalkan kemampuan anak secara akademis, membangun karakter/kepribadian anak. []

Redaktur: Kesit S


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.