berfoto di makam
Foto: Twitter

Pernah Dianggap Gila, Kisah Gadis dengan Toga yang Berfoto di Makam Ini Bikin Nangis

Seorang mahasiswa pastinya sangat menunggu momen wisuda. Tak hanya mahasiswa, keluarga termasuk orangtua pun menunggu momen ini.

Orang tua dan keluarga tentu bangga ketika sang anak berhasil menyelesaikan studi hingga akhirnya dapat menjalani wisuda.

Sama halnya dengan seorang pengguna akun twitter @shewasokay ini.

Dilansir dari Grid.id, pemilik akun @shewasokay mengunggah sebuah foto dan kisah haru, Rabu (11/10/2017) lalu. Foto tersebut menunjukkan dirinya yang sedang mengenakan pakaian wisuda lengkap dengan toganya.

Namun, bukannya berfoto bersama teman-temannya di kampus, wanita ini malah berfoto di makam.

Ia menulis caption,

Orang tua pergi menjala, menjala sambil mata tertutup.

Dulu anakmu dianggap gila, kini mampu teruskan hidup.

Terima kasih Mama, Ayah

Rupanya, ada cerita yang mengharukan di balik foto tersebut. Di unggahan lain ia menceritakan kisah hidupnya.

Ia merupakan anak yatim piatu. Ibunya meninggal 17 tahun lalu, dalam sebuah kecelakaan. Sedangkan ayahnya meninggal pada tahun 2006 karena jatuh di kamar mandi, saat ia berumur 10 tahun.

Gadis cantik ini merupakan anak tunggal, dan hanya memiliki kakak tiri, yang merupakan anak ibunya dengan suami pertamanya.

Selepas kepergian sang ayah, gadis ini diantar ke panti asuhan oleh sang paman.

“Pakcik antar saya ke rumah anak yatim di Ampangan, Seremban. Panti Asuhan Anak Yatim Darul Aminan itu menjadi rumah baru untuk saya tinggal,” tulisnya.

Pamannya berjanji akan menjemputnya saat ia berumur 12 tahun. Namun, dari tahun ke tahun, pamannya tak kunjung datang. Kakak tirinya pun jarang menjenguknya.

Kehidupan gadis ini sangatlah berat. Bahkan ia mengaku pernah mencoba melakukan bunuh diri karena depresi. Beruntung sampai sekarang ia masih bertahan.

Ia pun menceritakan masa lalunya saat ia dianggap gila oleh orang-orang di sekitarnya. Seminggu setelah ayahnya meninggal, ia lupa dan malah menunggu sang ayah menjemput di sekolah.

Meskipun begitu, ia tetap bertahan.

Ia pun selalu berziarah ke makam kedua orangtuanya, terutama saat hari-hari istimewa seperti hari ulang tahun mereka.

Gadis ini memiliki semangat yang patut dicontoh oleh siapapun. Ia berhasil menyelesaikan kuliah dengan biaya dari tabungan dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya.

Ia pun menyampaikan pesan yang sangat dalam di bagian akhir,

“Pesan saya, apapun yang terjadi, sekalipun nyawa kita hilang, kemanapun kita pergi, kita akan bawa nama ibu dan ayah sampai mati.” []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *