Pernah Lihat Uniknya 4 Perpustakaan Keliling Ini?

INSPIRADATA. Menumbuhkan minat baca memang terbilang gampang-gampang susah. Padahal, dari membaca kita dapat memperoleh pengetahuan baru.

Beruntunglah, ada banyak orang di sekeliling kita yang peduli akan minat baca.

Salah satunya dengan membuat perpustakaan.

Namun perpustakaan saja belum cukup, karena faktanya banyak perpustakaan di sekolah-sekolah justru sepi peminat.

Nah, mungkin itu salah satu penyebab hadirnya beberapa perpustakaan keliling yang wujudnya bikin kita geleng-geleng ini.

Kuda Pustaka

Di lereng Gunung Selamet, setiap hari Selasa hingga Kamis, Anda akan disuguhi pemandangan seekor kuda yang berjalan bersama pria pruh baya. Di atas punggung kuda tersebut disimpani ratusan buku yang bisa dibaca oleh penduduk desa yang mereka sambangi.

 

Bemo penebar ilmu

Tak hanya di lereng gunung Slamet, perpustakaan unik juga terdapat di Ibu Kota Jakarta.

Adalah Sutrisno, atau yang karib disapa Kinong, yang menjalankan proyek bemo listrik ini.

Bermula dari hobinya yang gemar memodifikasi bemo agar menarik minat penumpang, Kinong kemudian diajak seorang dosen dari Universitas Tarumanegara untuk menjalankan proyek ini.

 

 

Angkot pustaka

Perpusatakaan keliling lainnya datang dari ide sepasang suami istri sederhana yang merupakan sopir angkot dan guru honorer.

Mereka adalah Pian dan Elis.

Suatu hari sang istri yang sangat ingin membangun perpustakaan ini memberi saran pada Pian untuk membawa serta buku-buku dalam angkotnya.

Dengan begitu para penumpang bisa menikmati perjalanan sambil membaca.

Setiap harinya, tak kurang dari 20 buku dibawanya saat menarik angkot.

Sayangnya, dari sekian banyak penumpang, hanya 4-5 saja yang mau membaca buku, sisanya asyik dengan ponselnya masing-masing.

Motor Pustaka

Beranjang ke pulau Sumatera tepatnya di Lampung. Ada seorang pria bernama Sugeng Haryono yang memprakarsai lahirnya motor pustaka.

Program ini dijalankan Sugeng karena merasa prihatin atas kurang tersedianya akses bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia di daerah-daerah kecil.

Sarjana jurusan Ilmu Perpustakaan ini kemudian memodifikasi motor GL Max-nya agar dapat digunakan sebagai perpustakaan keliling.

 

Sumber: www.boombastis.com


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *