pria penghina nabi
Foto: Tribunnews

Pernah Menghina Nabi, Kini Pemuda Ini Ditangkap Polisi karena…

Pria yang pernah menghebohkan karena mengusulkan agar Al-Quran direvisi ini sekarang mendekam di sel penjara. Adalah Tuah Aulia Fuadi, mantan mahasiswa UIN ini  ditangkap polisi saat berada di sebuah kafe sedang menghitung uang yang diduga hasil pemerasannya dari seorang PNS di Pemkab Batubara.

Tuah sebelumnya pernah membuat geger karena dianggap menghina Nabi Muhammad di tahun 2015 silam.

Tuah Aulia Fuadi yang waktu itu mahasiswa Jurusan Ahwal Al Syakhshiyah Fakultas Syari’ah UIN Sumut menulis pendapat yang membuat marah banyak orang di akun Facebook miliknya.

Tuah menyebut sebaiknya Alquran direvisi karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

Berikut tulisnya:

“Penafsir tunggal itu hanya rasul dan itu pun satu. sekarang ia sudah mati jd penafsir tunggal it sdh ga ada lg. Yg sebaiknya Alquaraan itu direvisi saja. Minimal kembalikan saja urusan itu ke Negara, Biar negara saja yg merelevansikannya sesuai dengan kebutuhan zaman dan peradaban umat yg lebih progresif, modernis, teknologis dan teknogratis.”

Tuah juga berpendapat bahwa umat Islam diwajibkan untuk tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad langsung secara mentah-mentah, sebab tak ada hadis yang mengharuskan itu.

“Dalam BERNEGARA , kita tidak diwajibkan untuk mengiktui NABI MUHAMMAD langsung secara mentah2. Sebab tak ada hadis yang bunyinya, ‘Dabbiru siyasatakum kama ra-aitumuni udabbiru siyasati,’ aturlah politik kalian sebagaimana kalian lihat aku mengatur politikku.

Yang ada adalah hadis, ‘Shallu kama ra-aitumuni ushalli,’ salatlah sebagaimana kalian melihat aku salat.”

“Kenapa statemen ini hanya disabdakan Nabi dalam hal salat, dan tidak dalam lapangan politik? Jawabannya jelas: karena salat adalah masalah ubudiyyah yang statis, tidak berkembang, dan aturannya final dan terinci.”

“Soal politik adalah soal dinamis, dan karena dinamis maka tidak ada ‘politik Nabi’. Politik nabi pas sesuai pd zaman nya. Sementara sekarang bukan lg zaman nabi. tak SETIAP DALAM semua hal kita itu harus mengikuti Nabi.”

Rektor UIN Sumut Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis ketika dihubungi oleh Tribun Medan, September 2015, menyatakan Tuah dipecat sebagai mahasiswa di kampus yang ia pimpin karena tulisannya itu.

“Iya benar, dia sudah kita pulangkan kepada orang tuanya. Itu dilakukan setelah melalui prosedur, baru kita keluarkan SK (pemecatan),” katanya, sebagaimana dilansir tribunnews.

Menurut Rektor, ia juga melakukan pelanggaran disiplin saat menjadi instruktur masa orientasi mahasiswa baru di UIN.

“Dia sebagai instruktur, menggunakan hal-hal di luar itu. Seperti mencampakkan Alquran ke tanah dan diambilnya kembali sambil mengeluarkan kalimat yang menjelekkan Alquran,” jelas Ahmad Fadhil. []

 


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *