Unik, Informatif , Inspiratif

Pernyataan “Saya Bukan Katolik, Saya Islam” Duterte Tuai Kritik

0

Rodrigo Duterte, adalah presiden filipina yang sering membuat pernyataan kontroversi. Setelah dia mengacam tim auditor yang bertugas mengaudit pemerintah, saat berpidato resmi, kini dia mengeluarkan pernyataannya yang tak kalah mengejutkan dengan pernyatan-pernyataan Duterte yang lain.

Kini Rodrigo Duterte kembali membuat pernyataan mengejutkan. Dia  menyatakan pengakuannya sebagai orang Islam, bukan Katolik.

Pernyataan ini disampaikan Duterte sebelum referendum Mindanao untuk menentukan otonomi Bangsamoro atau Undang-undang Organik Bangsamoro (BOL), Jumat malam pekan lalu, seperti dikutip The Manila Times, Minggu (20/1).

Sudah seminggu Duterte melakukan pernyaan, tapi gaung kontroversinya masih terdengar sampai sekarang di Twitter.

BACA JUGA: Anggap Hambat Kinerja Pemerintah, Duterte Ancam Culik dan Siksa Auditor

Saat memberi pernyataan itu, Duterte tengah berpidato di tengah warga kota Cotabato yang mayoritas Muslim. Duterte mengatakan bahwa dia bukan Katolik, bahkan mengkritik kepemimpinan umat Katolik, dan mengatakan bahwa dia Islam.

Dengan jelas Duterte mengatakan, “Ada bagian dari diri saya yang sebenarnya Islam. Bahkan saya dan para pendeta gila itu bertengkar, saya bukan Katolik. Saya Islam. Itu benar.”

Duterte kemudian mengucapkan kata-kata Islami, seperti ‘insyaallah’ dan bertakbir ketika mengomentari referendum yang merupakan hasil negosiasi puluhan tahun antara pemerintah dan separatif Moro, MNLF.

“Tuhan pasti sangat baik kepada kita. Fakta bahwa kita mencapai titik ini setelah bertahun-tahun negosiasi dan interupsi. Kita ada di sini. Insyaallah. Allah maha besar. Allahu Akbar,” ujar Duterte.

 

BACA JUGA: Ancam Koruptor, Duterte: Saya akan Lemparkan Mereka dari Helikopter

Komentar ini menuai kritikan dari para warganet di Twitter. Warganet mengingatkan, bahwa Duterte merasa memiliki keturunan Mindanao sehingga sebagian dirinya Islam. Padahal, Islam itu bukan soal keturunan, tapi keyakinan.

“Islam soal keyakinan dan pelaksanaan. Bukan berdasarkan darah, karena Duterte mengira dia punya sedikit darah Maranao,” kata Yusuf Ledesma di Twitter menyebut Maranao, suku Muslim di Mindanao.

Dalam kritikan lainnya, netizen memperlihatkan gambar-gambar Duterte yang beribadah di gereja dan masih memakan daging babi. Hal ini, kata mereka memperlihatkan Duterte tidak bisa dipercaya.

Sebelumnya, Duterte memang kerap mengucapkan kata-kata buruk kepada para pemuka Katolik di negaranya. Katolik adalah agama mayoritas di Filipina.

Awal bulan ini, Duterte bahkan menyebut uskup di Filipina sebagai “anak sundal”. Karena Uskup di Filipina mengkritik kebijakan anti-narkoba Duterte yang menewaskan ribuan orang. Pekan lalu, Istana Malacanang meminta para pemimpin gereja Katolik untuk tidak ikut campur dalam cara Duterte memerintah. []

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.