Pertempuran di Pangkalan Udara Brak El Shati, Libya

Pertempuran di Pangkalan Udara Brak El Shati Libya Menewaskan 140 Orang

INSPIRADATA. Pertempuran yang terjadi belakangan ini di pangakalan udara Brak El Shati, Libya, dilaporkan telah menewaskan 140 orang. Sebagian besar korban tewas berasal dari kelompok oposisi Tentara Nasional Libya (LNA). Demikian disitat dari Republika, Sabtu (20/5/2017).

Kejadian tersebut pecah pada Kamis (18/5) lalu. Saat itu milisi sekutu pemerintah yang mendapat dukungan dari PBB dilaporkan telah memulai pertempuran untuk mengambil alih pangkalan udara Brak Al Shati. Sejumlah pesawat dibakar dan pertempuran pun terus berlanjut dalam dua hari terakhir ini.

“Kami telah membebaskan pangkalan udara Brak Al Shati dan mengancurkan semua kekuatan yang ada di dalamnya,” ujar seorang juru bicara milisi,¬†Sabtu (20/5).

Sebagai informasi, LNA merupakan kelompok yang dibentuk oleh mantan jenderal Khalifa Haftar. Selama ini, pasukan LNA merupakan kelompok yang memiliki wilayah terbesar di Libya Timur.

Sejak Muammar Gaddafi dilengserkan dari jabatannya sebagai presiden pada 2011 lalu. Kini Libya dilanda pertempuran-pertempuran antar kelompok bersenjata. Tujuannya tak lain adalah untuk menguasai pemerintahan secara penuh.

Kondisi tersebut diperburuk dengan masuknya kelompok militan dari luar negara Libya sendiri. Misalnya, kedatangan Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok militan lainnya yang ingin mengambil kesempatan dari kekacauan yang terjadi di Libya.

Selama ini, kelompok LNA terus bertempur demi mengendalikan negara Libya. Pendiri LNA, Khalifa Haftar juga dikenal sebagai tokoh militer yang kuat dan pernah melakukan perlawanan pada pemerintahan Gaddafi. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *