syukur
Ilustrasi. Foto: mytrip123

Perumpamaan Insan Syukur dan Jembar Hati

syukur
syukur (foto: mytrip123)

INSPIRADATA. Masalah terus bertubi-tubi menghampiri tiap insan yang berusaha memperbaiki hidupnya, tak ayal, banyak yang terbawa oleh suasana dan lama kembali menuju jalan yang lurus. Tapi bagaimana keadaan orang yang lapang dada, penuh syukur, ikhlas hati dan luas pemikiran?

Kita simak perumpamaanya lewat percakapan murid dengan gurunya..

Guru : Tadi kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok gula, apa yang kamu rasakan?

Murid : Rasanya manis, guru.

Guru : Lalu yang aku beri satu sendok garam, bagaimana rasanya?

Guru : Waduh, kalau yang itu benar asin rasanya.

Lalu sang Guru mengajak murid itu menuju telaga yang airnya sangat jernih dan indah dipandang seribu kilauan, serta luas. Lalu sang guru menaburkan satu sendok gula,

Guru : Coba kamu minum air telaga ini, dan apa yang kamu rasakan?

Murid : Segar, guru.

Kemudian Guru menaburkan satu sendok garam ke telaga itu,

Guru : Sekarang kamu minum lagi air telaga ini dan bagaimana rasanya?

Murid : Tetap segar, guru.

Guru : Itulah kehidupan, manis dan asin itu menjadi tidak terasa bagi orang yang hatinya jembar, luas dan penuh dengan rasa syukur menghadapi liku kehidupan.


Rasa Syukur, jembar hati, ikhlas dan berniat suci bisa berlaku kapan saja dan untuk apapun.
Pemanis bagi ketirnya permasalah kehidupan dan mempertahankan jejak kita di bumi.
Yang ada, marilah kita berusaha meraih dan merasakannya. 

Sumber


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *