Pesawat Terbesar di Dunia Milik Bos Microsoft

Pesawat Terbesar di Dunia Milik Bos Microsoft Sudah Selesai Dibuat, Cek Penampakannya

INSPIRADATA. Laju perkembangan teknologi saat ini sudah sangat tidak terbendung. Setiap saat selalu muncul inovasi baru dan canggih. Terutama pada teknologi dunia penerbangan ini, sebuah karya menakjubkan kembali lahir.

Pesawat yang digadang-gadang terbesar di dunia ini siap mengudara. Pesawat yang diberi nama Stratolaunch itu adalah proyek ambisius yang dicanangkan oleh salah satu bos Microsoft, Paul Allen. Demikian disitat dari Space, Sabtu (3/6/2017).

Stratolaunch pertama kali keluar dari bengkelnya untuk pertama kali pada Rabu (31/5) lalu untuk pengujian sistem bahan bakar.

Rasanya cukup pantas jika pesawat ini diklaim sebagai pesawat terbesar di dunia. Pasalnya, jika dilihat dari bentuk fisiknya, pesawat ini seperti dua buah pesawat yang digabung menjadi satu.

Stratolaunch ini memiliki lebar sayap 117 meter, lebih dari panjang lapangan sepak bola. Sementara panjang dari depan sampai belakang mencapai 72 meter, dan tingginya 15 meter.

Dalam keadaan kosong, Stratolaunch ini memiliki berat mencapai 250.000 kilogram. Sedangkan jika ditambah dengan bahan bakar, beratnya bisa bertambah sampai 590.000 kilogram.

Roda pesawat yang digunakan untuk lepas landas dan landing mencapai 28 buah. Mesin pesawat ini pun tidak sembarangan, dibutuhkan enam mesin jet jenis Pratt & Whitney PW4056 untuk mendorong pesawat yang dibuat sejak tahun 2011 ini mengudara.

Lalu, apa tujuan Paul Allen membuat pesawat ini? Pimpinan proyek Stratolaunch, Jean Floyd menjelaskan bahwa pesawat ini bukan untuk membawa penumpang bersafari di udara.

Namun, Stratolaunch ini dibuat untuk mengangkut roket yang hendak diluncurkan ke lapisan stratosfer. Paul Allen, pemilik pesawat ini mengungkapkan bahwa peluncuran roket dari udara lebih murah dan efisien dibandingkan dengan peluncuran di darat.

“Dengan senang hati kami mengumumkan, pesawat Stratolaunch telah mencapai tonggak utama dalam perjalanannya untuk menyediakan akses yang mudah dan rutin ke orbit rendah bumi,” ujar Jean Floyd.

“Stratolaunch dirancang untuk meluncurkan roket ke orbit dari ketinggian 9.100 meter. Awalnya, pesawat tersebut akan membawa satu roket Pegasus XL yang dibangun oleh Orbital ATK, namun pesawat Stratolaunch ternyata bisa membawa tiga roket secara bersamaan,” sambungnya. Direncanakan, Stratolaunch ini akan mengudara pada tahun 2019 nanti. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *