Unik, Informatif , Inspiratif

Pidato Jokowi Mulai “Agresif”

0

Banyak pemerhati menilai bahwa Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mulai keras menyerang Capres 02. Konten serangan ini juga diakui oleh Joko Widodo.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa kesempatan, kini Jokowi tak segan menyindir kompetitornya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 dengan isu-isu terkini. Sindiran itu menyangkut masalah Jan Ethes, cucunya, digunakan sebagai alat kampanye. Sindiran lainnya mengungkit kembali kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Jokowi juga menyinggung pihak yang mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah menteri pencetak utang sebagai pihak yang tak paham ekonomi makro. Dalam salah satu pidatonya, Jokowi juga menyindir soal anggapan bahwa Indonesia akan punah.

BACA JUGA: Jokowi Sowan, Kiai Maimun Zubair Do’akan Prabowo Pimpin Indonesia

Dalam intonasi yang santai dan lembut, tenang, Jokowi menyampaikan konten dalam Kalimat-kalimat serangan. Konten-konten sindiran ini memang di luar kebiasaan Jokowi.

Ini kata Jokowi saat berpidato di Semarang Jawa Tengah, Ahad (3/2): “Masa, suruh halus terus? Ya kadang-kadang kita bosan. Bolehlah keras-keras sedikit. Yang penting menyampaikan fakta. Yang penting menyampaikan data. Yang penting bukan menyampaikan semburan dusta, bohong, hoaks.”

Saat menyambut pendukungnya di Kota Lama, Semarang, Jokowi menyebut bahwa sosok Ratna adalah orang yang jujur karena mau mengakui kebohongan yang dilakukan. Jokowi mengaku telah mengenal lama Ratna Sarumpaet dan tahu pribadinya yang jujur dan berani. Jokowi beranggapan, kebohongan yang dibangun oleh Ratna dan kubu Prabowo-Sandiaga adalah upaya untuk menuduhnya melakukan kriminalisasi.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Paslon 02 Pakai Konsultan Asing

“Beliau itu berani dan jujur sehingga waktu terakhir ramai, beliau jujur apa adanya. Saya acungi jempol ke Mbak Ratna. Tapi, yang enggak benar itu yang ngabarin digebukin. Itu enggak benar. Maunya apa?” kata Jokowi disambut sorakan pendukungnya di Semarang.

Jokowi juga kembali menyinggung soal propaganda Rusia yang tengah dilancarkan oleh salah satu tim sukses paslon dalam pilpres 2019. Namun, kali ini ia menambahkan adanya konsultan asing dalam pengaplikasian propaganda tersebut.

Menurut Jokowi, salah satu ciri utama propaganda Rusia, adalah bersebarannya hoaks dan kebohongan kepada rakyat.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Paslon 02 Pakai Konsultan Asing

Saat menemui para pendukungnya di Jawa Tengah, Jokowi mengatakan: “Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, membuat rakyat takut, enggak peduli. Konsultannya konsultan asing. Terus, yang antek asing siapa?”

Lantaran pemakaian konsultan asing oleh salah satu timses tersebut, Jokowi justru mempertanyakan siapa yang lebih pantas disebut antek asing.

Jokowi merasa dia merasa selama empat tahun menjabat presiden, sebutan antek asing seolah dilekatkan kepadanya.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline