Unik, Informatif , Inspiratif

Pidato Jokowi Mulai ‘Agresif’ (Bagian 2)

0

Banyak pemerhati menilai bahwa Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mulai keras menyerang Capres 02. Konten serangan ini juga diakui oleh Joko Widodo.

Saat menemui para pendukungnya di Jawa Tengah, Jokowi mengatakan: “Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, membuat rakyat takut, enggak peduli. Konsultannya konsultan asing. Terus, yang antek asing siapa?”

Lantaran pemakaian konsultan asing oleh salah satu timses tersebut, Jokowi justru mempertanyakan siapa yang lebih pantas disebut antek asing.

“Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing. Enggak mempan antek asing, ganti lagi,” kata Jokowi.

BACA JUGA: Mbah Moen Jelaskan Dirinya Dukung Capres No.1

Mantan walikota Solo ini, juga membela Menkeu Sri Mulyani saat disebut Prabowo Subianto sebagai menteri pencetak utang. Jokowi menjawab santai dengan menyebut Sri Mulyani adalah menkeu terbaik dunia. Bahkan, Sri Mulyani sebagai seorang menkeu, telah mendapat berbagai penghargaan.

Jokowi menegaskan: “Semua orang menghargai, semua orang hormat kepada Bu Sri Mulyani. Kalau ada kita yang menyampaikan itu, ya, mungkin belum ngerti masalah ekonomi.”

Sebagaimana diketahui bahwa capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelumnya menyinggung soal utang negara. Prabowo bahkan meminta penamaan menteri keuangan diganti menjadi menteri pencetak utang.

Capres Prabowo mengatakan: “Ini kalau ibarat penyakit, saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus. Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada menteri keuangan. Mungkin menteri pencetak utang,”

BACA JUGA: RI Kuasai 51 Persen Saham Freeport, KH Ma’ruf: Beberapa Presiden Tak Mampu Ambil Itu

Jokowi berpendapat, konten pidato dan pernyataannya yang terdengar lebih keras bukan tanpa alasan. Dia ingin memberikan semangat kepada relawan-relawannya. Di sisa waktu dua bulan sebelum pemungutan suara pilpres 2019 ini, Jokowi memang sedang gencar melakukan kampanye kepada pendukungnya.

Jokowi mengimbau masyarakat untuk melakukan politik dengan mengedepankan etika, tata krama, keadaban, dan sopan santun. Diharapkan dengan berpolitik yang tidak melupakan etika, maka politik di Indonesia yang sudah banyak dicemari hoaks, fitnah, dan berita bohong dapat kembali dibawa ke jalur yang benar.

Menannggapi serangan dalam pidato Jokowi yang disuarakan beberapa hari terakhir, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyudin, mengingatkan, Jokowi seharusnya juga menjelaskan soal peluncuran mobil nasional yang sempat dilontarkan cawapresnya, KH Ma’ruf Amin.

“Jika hoaks yang disoal, tak hanya soal RS (Ratna Sarumpaet—Red), harus dijelaskan juga soal mobil nasional yang sudah disebutkan rencana launching-nya oleh KH Ma’ruf Amin, namun hingga kini tak ada kejelasan,” ujar Suhud.

Dalam tanggapannya, Suhud mengatakan bahwa Jokowi sebagai pejawat sebaiknya menyampaikan keberhasilan kinerjanya selama berkuasa. Kecuali, jika sudah tidak ada hal positif yang bisa disampaikan dari kinerjanya kepada rakyat hingga perlu mengulang-ulang kasus yang sudah diketahui publik.

Kata Suhud: “Tak hanya itu, Pak Jokowi juga harus menjelaskan puluhan janjinya yang tidak mampu dia realisasikan.” []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.