Unik, Informatif , Inspiratif

Pidato Trump di Sidang PBB Undang Tawa Peserta

0 2

Pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang gelak tawa peserta forum.

Seperti dilansir Bloomberg, Rabu (26/9/2018), Trump memulai pidatonya dengan menegaskan kembali perspektif “America First”. Ia juga mengecam rezim Iran dan Venezuela.

BACA JUGA: Erdogan Kritik Penggunaan Sanksi Ekonomi di Sidang PBB

Trump berpidato seolah-olah sedang berkampanye di pedesaan Amerika. Ia menyampaikan pencapaian pemerintahannya dan statistik ekonomi AS.

“Pemerintahan saya telah mencapai lebih dari hampir semua dalam sejarah negara AS,” kata Trump, lewat pernyataan yang sejatinya mengundang tepuk tangan meriah di gedung sidang umum PBB.

Tapi forum PBB justru menertawakannya. “Tidak mengharapkan reaksi itu. Tapi tidak apa-apa,” kata Trump sambil tersenyum.

Mendekati dua tahun pemerintahannya, pidato Trump di PBB menggambarkan bagaimana Trump terus berupaya memperoleh tempatnya di panggung dunia. Namun, sebagian besar para pemimpin dunia justru merasa bingung dengan isi pidato Trump. Khususnya dari delegasi Jerman dan Swedia.

Membingungkan

Trump mengkritik sekutu AS, Jerman, karena hubungannya dengan Rusia. Dia juga bersikeras bahwa negara-negara lain harus menghormati kedaulatan AS sebelum mendesak mereka untuk menolak sosialisme. Pejabat Swedia terlihat bingung dengan pernyataan Trump tersebut.

Pidato berdurasi 34 menit itu hanya memberikan pujian kepada beberapa negara terpilih. Terutama Korea Utara (Korut). Padahal dalam sidang yang sama pada tahun lalu, Trump mengkritik Korut dan menyebutnya sebagai “rezim bejat”. “AS akan selalu memilih kemandirian dan kerja sama atas pemerintahan global, kontrol, dan dominasi,” kata Trump.

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, PM Selandia Baru Bawa Bayinya ke Sidang PBB

Dia menuntut pembubaran Pengadilan Pidana Internasional. Trump pun memuji keputusannya mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada awal tahun ini.

Menurutnya, ini sebagai protes AS atas kritik terhadap perlakuan Israel terhadap Palestina. Ia juga mendukung keputusan AS untuk tidak mendukung badan global PBB untuk migrasi. “Kami tidak akan diatur oleh badan internasional yang tidak bertanggung jawab kepada warga kami sendiri,” katanya.

AS adalah satu dari lima negara dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB.

Ia juga menyampaikan keluhan terkait sikap sekutu AS yang hanya memperoleh bantuan AS tanpa memberikan imbalan apa pun.

“Ke depan, kami hanya akan memberikan bantuan asing kepada mereka yang menghormati kami dan yang, terus terang, teman-teman kami. Kami tidak akan tahan dengan itu, proses yang mengerikan ini, lebih lama lagi. Amerika Serikat adalah penyedia bantuan asing terbesar, tetapi hanya sedikit yang memberi kami. Itu sebabnya kami sangat memperhatikan bantuan asing,” katanya.[]

SUMBER: BLOOMBERG | REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline