Unik, Informatif , Inspiratif

Pilih Mana, Sibuk Menuntut Ilmu atau Sibuk Traveling?

0

Sebagian muslimin disibukkan dengan berjalan-jalan keliling Indonesia atau bahkan dunia. Mereka gemar mengunjungi tempat-tempat wisata, berjelajah ke gunung, pantai, danau dan tempat-tempat lainnya.

Ketika pergi berpetualang atau jalan-jalan tersebut, tentunya mereka harus membayar dengan sejumlah uang yang cukup banyak. Ini tak menjadi penghalang bagi mereka.

Dunia ini memang sangatlah luas dan indah, jadi sayang rasanya jika tidak sempat berkunjung ke tempat-tempat yang indah dan belum pernah dijejaki. Baik itu untuk tujuan piknik, rihlah, mengagumi ciptaan Allah, atau bersenang-senang.

BACA JUGA: Ini 5 Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu

Namun, seandainya seorang muslim itu lebih sibuk menuntut ilmu, belajar Al Quran dan Hadits, beramal sholeh dan mencintai perbuatan kebaikan lainnya, tentu itu jauh lebih utama baginya.

Allah berfirman,

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Berlomba-lombalah kamu (mengerjakan amal kebaikan) untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan kamu dan (untuk mendapatkan) Surga yang luasnya seluas langit dan bumi” (QS. Al Hadid : 21).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi pernah bercerita mengenai penduduk surga yang paling terakhir masuk surga. Ia merupakan penduduk surga yang paling rendah derajatnya.

BACA JUGA: Ilmuwan: Sel Darah Merah Pun Bisa Produksi Plastik

Allah berfirman kepadanya (setelah mengeluarkannya dari neraka), “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya”.

Balasan di akhirat paling rendah saja adalah surga yang luasnya 10 kali lipat dari bumi kita sekarang. Padahal ini adalah derajat penghuni surga yang terendah.

Maka alangkah baiknya jika seorang muslim lebih banyak melakukan amal shaleh demi menggapai surgaNya daripada disibukkan dengan travellingadventure dan semisalnya.

Kelak, muslim yang taat akan mendapat ganjaran berupa surga. Di dalam surga yang luasnya sepuluh kali lipat dibanding dunia itu ia bisa ber-travelling, ber-adventure sepuasnya.

Sebenarnya tidak ada larangan untuk melakukan travelling, adventure, namun ada baiknya jika seorang muslim lebih banyak mempersiapkan bekal semasa hidup dengan banyak beramal shaleh.

BACA JUGA: Pelajar Berjihad Menuntut Ilmu?

Tidak rugi rasanya kalau tidak sempat berkeliling dunia. Di surga kelak, dengan luasnya yang amat sangat, kesempatan itu tentu akan dapat diperoleh dengan perasaan yang lebih mengembirakan.

Lagipula, Allah telah mengingatkan kita bahwa dunia hanyalah kesenangan sesaat.

Allah berfirman,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al Hadid : 20). []

SUMBER: MUSLIM.OR.ID


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline