Unik, Informatif , Inspiratif

Pilih Perguruan Tinggi, Perhatikan 6 Hal Ini

0 16

Ini adalah topik yang tak pernah mati sejak perguruan tinggi didirikan. Kenapa? Karena semua anak menganggap bahwa perguruan tinggi adalah gerbang menuju fase kehidupan berikutnya.

Jadi dalam melakukan pemilihan, banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Baiklah mari kita lihat tips melakukan perhitungannya dalam memilih jurusan:

Minta pendapat orang terdekat

Biasanya orang tua yang mengikuti tumbuh kembang anak bisa melihat potensi kamu. Jika orang tuamu menurutmu kurang mengikuti perkembangan, kamu bisa minta pendapat sahabatmu, saudaramu. Orang terdekat seperti mereka pasti mengenalmu. Bisa melihat minat dan bakatmu.

Konsultan Pendidikan

Namun bila kamu masih kurang yakin dengan saran rujukan mereka, konsultan pendidikan bisa memilihkan jurusan berdasarkan pencapaian angka akademikmu. Lebih afdol lagi bila ditunjang dengan hasil psikotest.

Jangan kaget, karena bisa saja hasil psikotest dengan pencapaian nilai akademik bisa berbeda. Seperti yang pernah dialami anak saya. Dia memiliki nilai eksak yang rendah, dan dia begitu berminat dengan dunia desain, tapi menurut psikotest dia sangat berbakat di hal teknik, sains. Syukurlah, kini dia menjalani dunia sains dengan bahagia.

BACA JUGA :Meristekdikti: Perlu Penanganan Radikalisme Kampus

Minat bukan berarti bakat (tahu diri)

Tentu saja kamu pasti cenderung dengan apa yang kamu inginkan. Tapi dalam strategi masuk Perguruan Tinggi, kamu harus mengenyahkan egomu. Kamu harus bisa membedakan antara minat dan bakat. Kamu pasti tahu, sampai di mana kapasita atau kemampuanmu untuk masuk Perguruan Tinggi. Realistislah.

Memilih Jurusan dengan lowongan pekerjaan yang banyak.

Tentu saja ini menjadi tujuan utama. Memangnya habis sekolah mau apa? Tentu cari kerja bukan? Kamu harus hati-hati. Di era teknologi 4.0 , ada beberapa profesi yang bisa hilang seiring perubahan teknologi ini. Bukan mustahil, hidupmu semakin berat karena beberapa pekerjaan akan dilakukan oleh robot.
Jadi… mungkin sekolah robotik lebih mempunyai masa depan.

BACA JUGA: Jumlah Jurusan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi China Bertambah

Jurusan yang bisa diterima di manapun

Jurusan ini contohnya IT dan akuntansi.

Tapi di luar semua itu, jika kamu mau, mulai berpikirlah menjadi filsuf, ahli agama atau konsultan jiwa. Karena dunia semakin pelik permasalahannya, butuh seseorang yang bisa menjadi tempat bertanya. []

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline