daun dan pohon berdzikir
Foto: Pexels

Pintu-Pintu Surga

Dalam suatu hadis disebutkan bahwa surga yang Allah janjikan bagi orang-orang beriman memiliki delapan pintu. Salah satunya disebut dengan ar-rayyan, yaitu pintu khusus untuk orang-orang yang berpuasa.

Dalam Shahîh Bukhari-Muslim diriwayatkan dari Sahl ibn Sa’d bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، بَابٌ مِنْهَا يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لَايَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُوْنَ، فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ غَيْرُهُمْ

Terdapat delapan pintu di surga. Salah satu pintu disebut dengan pintu ar-rayyan, yang tidak dimasuki, kecuali oleh orang-orang ahli berpuasa. Setelah mereka masuk, ditutuplah pintu itu dan tidak ada yang masuk selain mereka.” (Muttafaq ‘Alaih)

Surga juga memiliki pintu untuk orang-orang yang banyak menunaikan shalat.

Ada pintu untuk orang-orang yang bersedekah.

Ada pula pintu untuk para pejuang di samping pintu untuk orang-orang ahli puasa yang disebut dengan pintu ar-rayyan.

Dalam hadis muttafaq ‘alaih diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيْلِ اللهِ مِنْ مَالِهِ دُعِيَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، وَلِلْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ. فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاةِ، دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلَاةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصِّيَامِ. فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَاللهِ مَا عَلَى أَحَدٍ مِنْ ضَرَرٍ دُعِيَ مِنْ أَيِّهَا دُعِيَ، فَهَلْ يُدْعَى مِنْهَا كُلِّهَا أَحَدٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَأَرْجُو أَنْ تَكُوْنَ مِنْهُمْ

“Siapa yang menafkahi dua istri di jalan Allah dengan hartanya maka ia dipanggil dari pintu-pintu surga dan surga itu memiliki delapan pintu. Siapa yang ahli shalat maka ia dipanggil dari pintu shalat. Siapa yang ahli sedekah maka ia dipanggil dari pintu sedekah. Siapa yang ahli jihad maka ia dipanggil dari pintu jihad. Siapa yang ahli puasa maka ia dipanggil dari pintu puasa.” Abu Bakar berkata, “Demi Allah, tidaklah ada kerugian bagi siapapun jika dipanggil dari pintu mana pun. Namun, apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Iya dan aku berharap engkau adalah salah satu dari mereka.” (Muttafaq ‘Alaih)

Pertanyaan Abu Bakar itu maksudnya adalah ada seseorang yang merangkum seluruh perilaku kebaikan, baik shalat, puasa, sedekah, jihad, dan lain-lain, sehingga ia dipanggil dari semua pintu tersebut.

Rasulullah telah memberitahukan bahwa orang yang menafkahi dua orang istri di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari kedelapan pintu surga.

Rasulullah juga memberitahukan bahwa orang yang berwudhu dan memperbaiki wudhunya kemudian menengadah ke langit sambil berucap, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,” maka dibukalah untuknya pintu-pintu surga yang delapan. Ia pun boleh masuk dari pintu mana saja yang dikehendaki.

Imam Muslim dalam kitab Shahîh-nya, Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dan para penulis Sunan meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar ibn Khaththab bahwa Rasulullah bersabda,

مَنْ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوْءَ ثُمَّ يَرْفَعُ بَصَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَيَقُوْلُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Orang yang berwudhu dan memperbaiki wudhunya kemudian menengadah ke langit sambil berucap: ‘Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,’ maka dibukalah untuknya pintu-pintu surga yang delapan. Iapun boleh masuk dari pintu mana saja yang dikehendaki.” (HR. Muslim)

Rasulullah juga memberitahukan bahwa orang-orang yang tidak dihisab akan diberi pintu khusus untuk mereka, dan tidak boleh dimasuki oleh orang lain, yaitu pintu surga sebelah kanan.

Adapun semua orang selain mereka berbagi dengan seluruh umat lainnya di pintu-pintu yang lain.

Dalam hadis muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah, hadis tentang syafaat, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مَنْ لَاحِسَابَ عَلَيْهِ مِنْ أُمَّتِكَ مِنَ الْبَابِ الْأَيْمَنِ، وَهُمْ شُرَكُاءُ النَّاسِ فِى الْأَبْوَابِ الْأُخَرِ

Hai Muhammad, masukkanlah orang yang tidak mendapat hisab di antara umatmu dari pintu sebelah kanan dan mereka bersekutu denga umat manusia di pintu-pintu yang lain.” (Muttafaq ‘Alaih)

Wallahu a’lam bishawab. []

 

 

 

Sumber: Surga dan Neraka/Karya Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *