Foto: Kompas

Polda Banten Tetapkan 3 Orang Pelaku Pungli Jenazah Korban Tsunami

Polda Banten menetapkan tiga orang staf RSUD Serang sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan jenazah korban tsunami.

Salah satu tersangka berinisial F tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN), sementara dua lainnya merupakan karyawan swasta berinisial I dan B.

BACA JUGA: Pengungsi Korban Tsunami di Pegunungan Butuh Alat Penerangan

“Kita telah menetapkan tiga tersangka setelah mendapatkan dua alat bukti,” kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli bersama Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, lansir Liputan6.com.

Tersangka ditetapkan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Selain itu, penyidik juga telah mengantongi beberapa alat bukti seperti kuitansi tidak resmi yang dikeluarkan oleh tersangka F.

“Dokumen yang digunakan termasuk kuitansi tidak resmi dikeluarkan oknum ASN bersama dengan karyawan sebuah CV,” kata Dadang, lansir Antara.

BACA JUGA; Kemensos Terapi Anak-anak Korban Tsunami di Lampung Selatan

Ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf E Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

” Ancaman pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat empat tahun, dan denda paling sedikit Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” lanjut Dadang. []

SUMBER: DREAM | ANTARA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *