Foto: Wikipedia

Potret Memori Tragedi Trisakti 12 Mei ’98

Pada Mei 1998, aksi turun ke jalan menjadi hal yang sering dilakukan oleh kalangan mahasiswa dan elemen pro-demokrasi lainnya. Bukan tanpa sebab, mereka bergerak karena merasa bahwa Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

Mulai dari isu korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) hingga diperparah dengan adanya krisis moneter 1998 menjadi dua dari banyaknya alasan bagi mereka untuk turun ke jalan, meneriakan satu kata dengan lantang: Reformasi!

Peringatan tragedi 12 Mei
Foto: Kumparan

Gelombang demonstrasi yang semakin besar pecah pada 12 Mei 1998. Namun sayang, rezim orba di bawah kekuasaan Presiden Soeharto melakukan pola-pola represif untuk meredam aksi, seperti melakukan penembakan di luar proses hukum hingga melakukan tindak penganiayaan lainnya terhadap demonstran.

Tindakan represif tersebut menewaskan empat orang mahasiswa Trisakti. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hery Hartanto, dan Hendriawan Sie. Kini, insiden itu dikenal sebagai tragedi Trisakti.

Dalam kertas posisi yang dikeluarkan oleh Kontras pada 2006, selain korban tewas, tercatat korban yang mengalami luka akibat tragedi itu mencapai 681 orang. Mereka merupakan demonstran yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kemudian, dalam laporan Komnas HAM, selepas tragedi Trisakti, terjadi kerusuhan massal pada 13-15 Mei yang dipicu oleh kemarahan publik atas tewasnya 4 mahasiswa tersebut. Akibatnya, demonstrasi pecah di banyak kota besar di Indonesia, termasuk di Jakarta. Buntutnya, Soeharto harus lengser dari pucuk kekuasaan yang sudah ia pegang selama lebih dari 30 tahun.

Tragedi Mei '98 Saat dan Selepas Prahara
Foto: Kumparan

Kini, setiap tahunnya, tepat pada tanggal 12 Mei. Baik mahasiswa maupun kerabat korban memperingati tragedi Trisakti. Tahun lalu, sejumlah mahasiswa dari Trisakti memperingatinya dengan melakukan tabur bunga di makam korban.

Peringatan tragedi Mei 1998
Foto: Kumparan

Sedangkan tadi malam, tepat saat hari menunjukan tanggal 12, sejumlah mahasiswa dan kerabat korban menyalakan lilin di Tugu Reformasi, Kampus Trisakti Jakbar. []

Sumber: Kumparan


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *