Unik, Informatif , Inspiratif

Prabowo: Politik Lebih Sulit daripada Perang

0

Meskipun politik bukan hal yang baru, Prabowo menganggap politik lebih sulit dari pada perang, khususnya di Indonesia. Ungkapan tersebut Prabowo sampaikan dalam pidato kebangsaan saat ia hadir di acara x27.

BACA JUGA: Prabowo Sebut Ada Rp11 Ribu Triliun Uang WNI di Luar Negeri

“Dulu (saat di TNI) diajarkan perang. Enggak tahu (ternyata) politik lebih sulit dari perang, apalagi politik di Indonesia,” katanya.

Menurut Prabowo, dalam politik Indonesia, berbohong merupakan suatu yang lumrah. Hal yang dirasakan oleh Prabowo ini berbanding tebalik dengan yang ia rasakan saat di militer.

“Politik di Indonesia itu dari 15 politisi, yang bohong 16 (politisi). Jadi aneh, rupanya bohong itu biasa. Kami di tentara oleh senior-senior kami digembleng lurus, A ya (dikatakan) A, B ya (dikatakan) B,” kata mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu.

Prabowo juga meminta maaf kepada mantan Gubernur Jateng, Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo. Karena, saat itu Partai Gerindra tidak mengusungn Bibit saat maju di Pilgub 2013 silam.

Prabowo mengaku bahwa saat itu dirinya masih belajar berpolitik.

“Saya berdosa, harusnya saya katakan biar tidak punya uang, kita dukung, maaf Pak Bibit saya yang salah, saya malu. Rupanya di Indonesia ini banyak x27;pat gulipatx27;, x27;kong kalikongx27;, tipu menipu,” kata Prabowo.

Dalam pidato itu juga Prabowo menyampaikan tekadnya jika ia terpilih dalam Pilpres 2019, ia akan membentuk pemerintahan yang bebas korupsi.

BACA JUGA: Prabowo Tahan Tangis saat Doa Bersama Koalisi Adil Makmur

“Korupsi sudah terlalu parah. Kenapa ini semua? Karena kekayaan kita mengalir keluar. Jika Insyaallah saya dan Sandiaga Uno dan Koalisi Indonesia Adil Makmur menerima mandat dari rakyat 17 April mendatang, tekad kami adalah segera bekerja menyiapkan pemerintahan bersih dan bebas dari korupsi,” janji Prabowo.[]

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline