Unik, Informatif , Inspiratif

Prancis Tolak Jaringan Toko Menjual Hijab untuk Pelari

0

Dunia fashion berkembang mengiringi kemajuan jaman dan kebutuhan pasar. Kombinasi seni, dan ergonomi suatu produk menjadi minat utama konsumen. Namun kadang tak begitu.

Setelah sepatu Katy Perry yang ditarik dari pasar karena desainnya dipandang kurang etis menurut pengemat fashion, kini jilbab sport tak bisa dipasarkan di Perancis. Tapi bukan kerena masalah estetis. Pemasaran jilbab sport di Perancis terkendala oleh respon sosial dan politik negara.

Jilbab polos dan ringan, yang menutupi rambut dan bukan wajah, rencananya akan mulai dijual di 49 negara mulai Maret.

BACA JUGA: Sosok di Balik Desainer Busana Muslim Syar’i Pertama di Paris Fashion Week

Perusahaan peralatan olahraga Nike telah memasarkan hijab untuk kegiatan olahraga di Prancis sejak 2017.

Perusahaan pengecer pakaian olahraga Prancis, Decathlon, membatalkan rencana penjualan jilbab untuk pelari perempuan setelah diprotes oleh masyarakat di negara itu.

Perusahaan itu mengatakan telah menunda penjualan produk itu menyusul gelombang cercaan dan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejumlah politikus Prancis mengatakan jilbab untuk pelari perempuan bertentangan dengan nilai-nilai sekuler negara tersebut.

Beberapa anggota parlemen juga telah menyarankan memboikot merek tersebut.

Persoalan terkait bagaimana kaum perempuan Muslim berpakaian di depan umum acap kali memicu kontroversi di Prancis.

BACA JUGA: Hadiri Fashion Show dengan Hijab Hitam, Lindsay Lohan Tuai Pujian dan Doa Netizen

“Kami membuat keputusan untuk tidak memasarkan produk ini di Prancis saat ini,” kata juru bicara Decathlon Xavier Rivoire kepada radio RTL pada hari Selasa.

Dia sebelumnya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka berencana menjualnya di Prancis agar “olahraga dapat diakses oleh semua perempuan di dunia”.

Produk jilbab untuk atlet ini sudah dijual oleh Decathlon di Maroko.[]

SUMBER: VIVA | AFP


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline