Presiden Palestina Mahmoud Abbas (foto: Al Jazeera)

Presiden Palestina Tak Akan Bertemu dengan Wapres AS

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan, tidak akan bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence yang akan berkunjung ke Yerusalem.

Disampaikan Menteri Luar Negeri Riyad al-Maliki, keduanya sebelumnya dijadwalkan bertemu di Bethlehem, Selasa (19/12/2017) mendatang.

“Situasi di lapangan yang diciptakan oleh keputusan AS (yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel) membuat pertemuan tidak mungkin dilakukan,” kata penasihat senior kepresidenan Majdi Khalidi dikutip dari Arab News, Minggu (10/12/2017).

Rencana kedatangan wakil presiden AS dalam rangkaian tur regional turut mendapat kecaman dan ancaman boikot dari masyarakat.

Di Mesir, kepala Gereja Koptik, Uskup Agung Tawadros II mengatakan tidak akan menemui Pence.

Pastor Rifaat Bader, Direktur Pusat Studi dan Media Katholik di Yordania mengatakan, Wakil Presiden Pence tidak akan mendapat sambutan dari orang-orang Yordania.

“Kunjungan itu dilakukan setelah keputusan Trump terhadap Yerusalem, sehingga wajar jika orang-orang menolak untuk bertemu dengannya (Pence),” kata Bader.

Bahkan sebelum Trump membuat pernyataan pengakuan tersebut, telah ada kekhawatiran terhadap rencana kunjungan Pence. “Kedatangannya adalah untuk membantu umat Kristen dan hal itu dapat memecah belah warga.”

“Sebagai umat Kristen Arab yang bangga kami ingin diperlakukan setara dengan saudara-saudara muslim kami dan semua orang di wilayah itu tanpa mendapat perlakuan khusus,” tambahnya.

Di Yordania, aksi demonstrasi telah dilakukan menentang keputusan Trump di dekat kantor kedutaan AS di Amman.

“Kami tidak akan meninggalkan Yerusalem dan rakyatnya. Dan akan tetap menggelar protes sampai keputusan itu dibatalkan,” kata peserta demonstrasi Mohammad Abu Heja. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *