Prestasi Gemilang dari Pelajar Muslimah di AS

INSPIRADATA. Pelajar Muslimah Amerika dari Houston, Texas, telah mencapai sebuah prestasi yang jarang didapat setelah diterima oleh 7 dari 8 sekolah Ivy League, dengan hanya Harvard yang memasukkannya ke dalam daftar tunggu.

Ivy League adalah sebutan untuk delapan kampus ternama di Amerika yakni Harvard University, Columbia University, Cornell University, Dartmouth University, Brown University, University of Pennsylania, Princeton University dan Yale Univesity. Masuk ke universitas tersebut adalah impian tiap pelajar di Amerika.

“Alasan saya mendaftar ke begitu banyak sekolah adalah saya tidak berpikir bahwa saya akan diterima oleh mereka,” kata Amina Mabizari, 18 tahun, kepada Houston Chronicle pada hari Rabu 3 Mei, demikian lansir aboutislam.net.

“Lucu untuk dikatakan sekarang setelah diterima, tapi agak tidak masuk akal seorang siswa SMA Alief Elsik diterima di semua kampus ternama itu.”

Kabar baik dimulai dengan sebuah surat yang dia terima pada bulan Maret yang lalu dari Universitas Yale, yang menyatakan bahwa Amina mendapatkan sebuah tempat di kelas mahasiswa baru yang masuk. Surat-surat penerimaan kemudian berdatangan dari Princeton, lalu Columbia. Kemudian dari Cornell, Brown, Dartmouth dan University of Pennsylvania.

Pelajar, yang orang tuanya berasal dari Aljazair, datang melalui perjuangan yang panjang meski di taman kanak-kanak dikenal sebagai siswa dengan prestasi terendah. Meski ibu Amina tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, namun dia terus mengajarinya hari demi hari. Usahanya terbayar pada akhir tahun itu, guru Amina mengatakan bahwa dia telah menjadi siswa berprestasi tertinggi.

Untuk aplikasi kuliahnya, dia menulis sebuah esai pribadi tentang bagaimana ayahnya telah bekerja keras untuk mencari nafkah bagi keluarganya di Aljazair, bagaimana kakeknya terbunuh dalam perang kemerdekaan Aljazair, dan bagaimana ayahnya mendapatkan beasiswa ke Universitas Texas Di Austin.

Amina ingin masuk sekolah hukum dan terjun ke dunia politik. Dia bermimpi untuk menjadi senator.

“Jangan pernah punya gagasan ini bahwa Anda sama sekali dibawah orang lain dibanding seseorang dari daerah yang berbeda,” kata Amina.

“Kamu sama cakapnya dengan orang lain.”

Sebelum Amina, juga sudah terdapat pelajar muslim yang cerdas yang bisa diterima di Ivy League dan juga perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 2015, Munira Khalif berhasil lulus di delapan universitas tersebut. Serta tercatat diterima di kampus Stanford, Georgetown serta University of Minnesota.

Pencapaian yang diperoleh Khalif ini sebelumnya pada 2013 lalu juga pernah disabet oleh muslimah AS lainnya bernama Saheela Ibrahim. Di mana saat itu Saheela juga diterima di 13 perguruan tinggi bergengsi seperti MIT, University of Pennsylvania, Cornell, Brown, Princeton, Columbia, dan University of Chicago.

Saheela juga tercatat masuk ke dalam 50 remaja terpandai di dunia di usia yang baru menginjak 16 tahun. []

Sumber: Muslimdaily


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

dampak buruk bekerja dari rumah

Pekerja Keras Rentan Alami Burnout, Ini Ciri-cirinya

Stres pun biasanya akan datang saat sudah sangat letih bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *