Digital, Pria Ini Ingin Awetkan Memori dan Kesadarannya Jadi Digital
Unik, Informatif , Inspiratif

Pria Ini Ingin Awetkan Memori dan Kesadarannya Jadi Digital

0

Ia menyiapkan US$ 10.000 atau setara Rp 137 juta untuk sebuah rencana gila terhadap otaknya.

Dengan uang tersebut, ia akan membayar sebuah perusahaan untuk mengawetkan otaknya dengan mengunggah memori serta kesadarannya ke komputer.

Di samping itu ia pun bermaksud agar “hidup selamanya” sebagai sebuah entitas digital. Demikian seperti dikutip dari Daily Mirror (15/3/2018).

Ialah Sam Altman (32), wirausahawan teknologi informasi dan komunikasi, telah membayar uang muka untuk menjadi calon pelanggan Nectome, sebuah firma start-up yang menjanjikan program pengawetan otakdan pengunggahan memori serta kesadaran ke komputer.

Sebelum mendaftar, Nectome telah mengimbau Altman dan 24 calon pelanggan lainnya bahwa program tersebut “100 persen berbahaya”. Meski begitu, Altman tetap optimistis.

Seperti apa proses pengawetan dan pengunggahan otak itu? Robert McInyre dan Michael McCanna, pendiri Nectome, menjelaskan bahwa program itu cenderung cukup berbahaya. Pertama-tama, Nectome akan membalsam otak dari individu yang masih hidup menggunakan bahan kimia.

Tujuannya, agar memori dan kesadaran di dalam otak individu itu masih tetap lestari ketika proses ekstraksi dan pengunggahan ke komputer dilakukan. Namun, karena proses pengawetan membutuhkan “otak segar”, maka pembalsaman itu dilakukan pada individu yang masih hidup. Cara itu justru efektif membunuh orang tersebut.

“Apa yang dirasakan oleh orang tersebut sama seperti bunuh diri,” kata McIntyre yang merupakan pakar komputer. Solusi kimia yang digunakan dalam pembalsaman itu diklaim ampuh oleh Nectome, karena bisa mengawetkan organ tubuh selama ratusan hingga ribuan tahun lamanya.

Ketika ilmuwan Nectome di masa depan sudah menemukan teknologi pengunggahan otak, individu yang diawetkan dapat “terlahir kembali” sebagai sebuah “entitas digital”. []

Sumber: liputan6.com


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.