tukang tempe
Tukang tempe (Foto: nectura juice)

Profesionalisme Tukang Tempe

tukang tempe
Tukang tempe (Foto: nectura juice)

INSPIRADATA. Seorang yang hidup dan berhubungan dalam suatu usaha dituntut untuk memiliki profesionalisme, siapapun ia dan di mana pun ia. Sampai-sampai tukang tempe pun wajib memiliki ini. 

Kisah teladan dari seorang tukang tempe yang memiliki integritas dalam usahanya, rela ada uang pembelinya dimakan diri dan keluarga di rumah. ini realita….

Suatu hari sepasang suami istri berjalan-jalan dengan mobil menuju rumah, di tengah perjalanan sang istri minta turun menghampiri tukang sayur yang di dalamnya ada tempe pula yang dijualnya.

Kita sebut saja ia tukang tempe, karena si ibu yang turun dari mobil bermaksud membeli tempe.

“Bang beli tempenya, berapa sepotong?” kata si ibu.

“1.500 sepotong bu,” jawab tukang.

“Saya beli tiga potong, bang!” lanjut ibu.

“Oh iya, ini bu tempenya tiga potong, ada” jawab abang tempe tadi sambil memasukkan tempe ke pelastik.

BACA JUGA
Tukang Cukur Super Kaya, Punya 200 Mobil Mewah Sebagai Buah Usaha
Budi dan Tukang Cukur

Si ibu pun menerima tiga potong tempe tersebut, ia memberi tukang tempe tadi dengan uang 5 ribu.

Sambil merogoh sakunya, “aduh, bu, enggak ada kembaliannya, saya utang 5 ratus ke ibu.”

“Oh, iya gak apa-apa ambil saja kembaliannya,” jawab si ibu sambil berjalan menuju mobilnya.

Tak lama kemudian, tukang tempe mengejar si ibu menuju mobilnya,

“Bu, ini saja berikan sepertiga tempenya, sebagai ganti kembalian yang 5 ratus tadi,” tukang tempe bilang.

Dari percakapan (ilustrasi) di atas, kita pastinya bisa mengambil kesimpulan dan mencontoh tukang tersebut, meski hanya uang 5 ratus perak, ia rela mengembalikan dengan sepertiga tempe jualannya. Itulah segores contoh profesionalisme. []

Refernsi:

Alibasa, Rosadi. 2008. Ibu kaya vs Ibu Miskin. Purwakarta: Shakira Publisher


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *