Unik, Informatif , Inspiratif

Ternyata, Tertawa Ada Bukan Hanya karena Lelucon

0

Tertawa, bukan hanya karena ada lelucon atau bahan tawaan lainnya. Hal tersebut diungkap oleh seorang psikolog.

Seperti dilansir Kompastekno, Robert Provine, seorang psikolog dari University of Maryland menemukan bukti bahwa sebenarnya manusia bisa tertawa saat mereka sedang berbicara basa-basi dengan temannya, bukan karena ada lelucon yang dilontarkan.

Robert juga mengatakan bahwa kita 30 kali lebih mungkin menertawakan sesuatu saat kita sedang bersama orang lain daripada ketika sendirian.

Robert melakukan penelitian dengan cara mengamati percakapan orang-orang di mall. Dari 1.200 tawa orang-orang di mall, ternyata hanya sekitar 10 persen tawa yang dihasilkan karena ada lelucon yang menggelitik. Sisanya adalah tawa dalam percakapan orang sehari-hari.

Meski begitu, tertawa juga bermanfaat untuk mempererat ikatan satu sama lain atau dalam kelompok. Ya, manusia sering tertawa pada kata-kata dan komentar lawan bicara yang mungkin tidak selalu lucu. Tertawa juga bisa menjadi bentuk komunikasi, tidak hanya sekadar reaksi. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.