Puasa, Pencernaan dan Pasien Kemoterapi

0

Ratusan kali, kita perlu camkan bahwasannya puasa kita hanya untuk mengabdi kepada Allah s.w.t serta taqwa, bukan yang lain! Baik dampak baik atau khasiat lainnya dari puasa, anggaplah bonus dari-Nya untk menggairahkan kita beribadah.

Di samping banyak kelebihannya, diantara khasiat puasa bahwa beban kerja organ pencernaan dapat kita istirahatkan dengan berpuasa.

BACA JUGA: Benarkah Puasa Sebabkan Kantuk?

Saat tidak puasa, kita akan terus bekerja mencerna makanan yang dimakan. Secara otomatis, berpengaruh pula terhadap hormon dan enzim pencernaan yang perlu dikeluarkan untuk mencerna.

Saat puasa, kejadiannya akan beda lagi. Puasa berfungsi menjaga pencernaan kita agar fit terus dan tidak kelelahan. Selain itu, imunitas tubuh akan meningkat. Saat puasa, terjadi peningkatan sel limfosit yang berperan sebagai sel imun tubuh kita.

Puasa dan Pasien Kemoterapi

Dalam artikel kesehatan yang dimuat www.medicaldaily.com, Crish Weller (2014) menulis Fasting May Improve Immune System Health During Aging Process; Chemotherapy Patients May Also Benefit, bahwa puasa yang teratur bagi pasien kemoterapi jangka panjang—baik muda atau tua—dapat meningkatkan data tahan tubuh.

Padahal pengobatan kemoterapi dalam jangka panjang dapat merusak dan menurunkan imunitas tubuh, maka dari itu puasa teratur adalah cara menangkalnya, dapat meregenerasi sistem imun—meski dalam kemoterapi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar insulin Growth Factor 1 (IGF-1).

IGF-1 adalah sebuah protein yang berperan dalam proses penuaan dan pertumbuhan sel kanker. Sehingga dengan meningkatnya IGF-1 ini, dapat membantu proses pemuligan sel pada pasien kemoterapi.

Referensi: Tahu Gak Sih Islam itu Sehat?: 60 Obrolan Ringan tentang Kesehatan bersama dr. Abu.

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline