Puisi Sedih Wasekjen MUI untuk Aleppo

19
-  - Puisi Sedih Wasekjen MUI untuk Aleppo -
foto: Tengkuzulkarnaen.net

INSPIRADATA. Duka Aleppo adalah duka kita. Duka yang bukan hanya menerbitkan tangis, tetapi juga menguras kepedihan yang amat mendalam.

Tergerak dari rasa prihatin itu, Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain menggubah sebuah puisi. Sedih nan menyayat hati. Berikut ini puisinya:

Tatkala langit cerah jadi mendung

Hujan peluru dan bom berdatangan

Orang-orang berlarian kesana kemari

Menjerit, berteriak, menangis meminta pertolongan

Saudaraku dibantai, diperangi, dan dibunuh

Seolah nyawa mereka tak ada artinya lagi

Air matamu bercucuran bercampur darah

Tapi siapa yang peduli….

Seorang istri menjadi janda

Seorang anak menjadi yatim piatu

Seorang suami menjadi duda

Dulunya berkeluarga sekarang sendiri

Senjata dibuat untuk melindungi bukan untuk membunuh

Karena ego semata

Lalu dimanakah akal manusia?

Tidakkah engkau menangis melihatnya

Tidakkah engkau kasihan melihatnya

Tidakkah engkah marah melihatnya

Lalu siapa yang patut disalahkan

Kabarkan pada dunia,

Kita berduka untuk Suriah Aleppo

Bantulah saudara kita dengan tindakan, harta ataupun do’a

Ya Allah, lindungilah saudara-saudara Kami di berbagai penjuru dunia dari segala mara bahaya yang menimpa

Dari Kami untuk Aleppo tercinta.

 

Sumber: Tarbawia

(Visited 18 times, 1 visits today)
loading...
loading...