Publik mulai memperdebatkan kebenaran tentang film G30S/PKI setelah film itu kembali ditayangkan di banyak daerah.

Ilham Aidit, putra DN Aidit, ialah salah satu yang meragukan keakuratan film itu. Ilham merupakan salah satu putra dari tokoh PKI ketika itu. Ia menegaskan bahwa Aidit tak merokok. Akan tetapi, film itu menggambarkan ia sebagai seorang perokok berat hingga ketika memimpin rapat, asap rokoknya mengepul.

Padahal, kata dia, Aidit pernah mengadakan rapat dengan para petinggi dan diminta untuk merokok. Aidit pun mencobanya dan kemudian batuk.

“Pakar-pakar itu mem-bully Aidit,” katanya saat diskusi di ILC yang digelar TV One, Selasa (19/9/2017) malam.

Tak hanya itu, ia juga mempersoalkan insiden di Lubang Buaya dalam film itu. Ia menilai bahwa banyak kebohongan di sana.

“Tak ada tari-tari seperti digambarkan dalam film,” ujarnya. Kondisi di sana sebenarnya sepi.  Sutradara film itu juga dinilainya kurang melakukan riset.

Film G30 S/PKI disutradai oleh seorang bernama Arifin C Noer. Jajang C Noer, istrinya, membantah jika dalam pembuatan film tersebut suaminya tak melakukan riset.  Namun ia mengakui kalau suaminya mengalami kesusahan saat mencari orang-orang PKI untuk dimintai keterangan terkait sosok Aidit.

“Satu-satunya orang  PKI yakni pak Sam. Ketika ditanya kebijakan pak Aidit? Sam hanya menjawab ‘Dia biasa saja.’ Bagaimana tangannya? Sam mengatakan ‘ya biasa saja. Apakah dia merokok? Sam kembali mengatakan ‘ya biasa saja’.”

Mengapa Aidit digambarkan merokok, menurut Jajang, hal itu untuk mengekspresikan kegawatan saat itu. “Secara filemis itu merokok psikolog. asap untuk mendramatisir.”

Tapi soal pertanyaan fakta bahwa ada congkel mata, menurutnya ini dari pengetahuan yang disebarkan saat itu. Namun Arifin, kata ia, tak membuat congkel mata penyiksaan. Yang sedikit menggambar penyiksaan yakni perkataan  ‘darah itu merah jenderal’. “Tak ada congkel mata,” ujarnya, seperti dilansir oleh Republika.

Belakang berdasarkan hasil forensik juga terungkap memang tak ada penganiayaan dengan jenderal. Soal lagu Genjer-Genjer, menurut Jajang lagu itu sedang hits saat itu. Ia pun membantah ada tarian-tarian seperti disebutkan Ilham. Menurut jajang, itu hanya mengikuti irama lagu ‘Darah Rakyat’. []