foto: blogger

Qarin, Jin Pendamping Manusia, Siapakah Ia?

INSPIRADATA. Qarin, dari segi bahasa dapat diartikan sebagai teman. Namun lain dengan yang satu ini, Qarin (قرين) adalah jin yang diciptakan oleh Allah sebagai pendamping manusia.

Karena ini berlaku pada setiap manusia , maka tak terkecuali Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun juga demikian . Hanya saja qarin Rasulullah itu Muslim, sedang yg lain-lainnya kafir.

Dalam sebuah hadits riwayat lmam Ahmad dan lbn Hibban dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu anhu Rasulullah bersabda:

“Tiadalah seorang pun di antara kalian kecuali pasti disertai qarin dari bangsa jin”.

Para Sahabat bertanya:

“Engkau juga, hai Rasulullah?”

Beliau menjawab: “lya, aku juga, tetapi Allah telah membantu aku sehingga aku dapat mengislamkannya dan dia hanya menyuruhku berbuat yg baik-baik saja”.

Pada umumnya qarin kafir ini mendorong dampingannya berbuat keji. Dialah yg membisikkan kewaswasan, membuatnya lalai beribadah shalat, membaca al-Quran dan sebagainya.

Allah berfirman:

ومن يكن الشيطان له قرينا فساء قرينا

“Barangsiapa yang syetan adalah pendampingnya maka itu adalah seburuk-buruk pendamping”.

Dari balik itu, Allah telah memberikan pertolongan dan mengimbangi pengaruh jin Qarin tersebut dengan adanya malaikat pendamping, yang senantiasa mendampingi manusia untuk mengerjakan kebaikan dan ibadah.

Dengan adanya komitmen dalam mempertahankan iman, beramal, banyak zikir, tilawah Qur’an, melaksanakan “tombo ati” mungkin bisa melepaskan kita dari keburukan. InsyaAllaah.

Sejak di sorga, Allah telah berfirman kepada lblis sebagai jawaban atas sesumbarnya untuk menyesatkan anak-cucu Adam:

إن عبادي ليس لك عليهم سلطان إلا من اتبعك من الغاوين

“Hamba-hamba-Ku tak mungkin engkau kuasai kecuali orang-orang yg (memang bersedia) mengikutimu”.

Menurut para ulama, jin ini bukanlah dari kalangan jin biasa. Dia jin yg ditugaskan secara khusus untuk menyesatkan dampingannya dengan menghiasi hal-hal yang buruk sehingga tampak baik. Jin ini dilahirkan bersama-sama manusia dan akan menyertainya sepanjang hidupnya.

Tetapi dia tidak mati saat manusia dampingannya meninggal dunia, karena Allah telah menakdirkan dia hidup hingga menjelang hari kiamat. Kelak di akhirat kedua-duanya akan dihadapkan ke hadapan Allah untuk diadili. Tetapi, celakanya, qarin malah berlepas tangan dari dampingannya dan tidak bertanggungjawab atas kesesatan atau kedurhakaannya. []

Sumber


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *