Rahasia Menulis Kang Abik [2]

INSPIRADATA. Bedanya novel Bidadari Bermata Bening dari novel-novel lain, karya anyar kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy) ini ternyata mengunggah rasa ingin tahu pembaca tentang tujuan karya Kang Abik tersebut.

Ternyata, jawaban Kang Abik tampak mengundang kekaguman dari para penonton, karena alasan utamanya tetaplah dakwah.

Detail

Selain itu, detil menjadi jadi pesan penting yang diungkapkan Kang Abik saat menjawab pertanyaan salah seorang penonton, tentang rahasia menulis bisa sebagaus karya-karyanya. Ia menekankan, orang yang mampu menuliskan secara detil sejumlah kejadian biasa saja, akan menjadi cerita unik bagi orang lain.

Termasuk tentang cinta, yang dianggap setiap orang memiliki pengalaman masing-masing tentang satu tema sederhana seperti cinta. Karenanya, Kang Abik mengingatkan, kemampuan orang untuk menceritakan suatu cerita secara detil, bisa menjadi satu tulisan yang dahsyat bagi orang lain.

“Inti sastra adalah detil, sesuatu yang sederhana bisa jadi sesuatu yang dahsyat, saat menulis berusahalah menjelaskan dengan lengkap,” ujar Kang Abik.

Saat ditanya rahasianya mampu mengorek lubuk hati setiap orang yang membaca novelnya, Kang Abik mengungkapkan kalau itu semua merupakan siasat rahasia. Rahasianya, ternyata dengan mengimajinasikan tentang apa yang akan ditebak para pembaca, lalu memainkannya.

Terkadang, ia mengaku akan memberikan jawaban yang sekiranya menjadi tebakan dari pembaca, setidaknya membuat pembaca merasa puas akan tebakannya. Tapi, lebih sering Kang Abik memainkannya dan memberikan yang sebaliknya dipikirkan, yang akhirnya menggali rasa penasaran pembaca.

“Imanjinasikan kira-kira pembaca akan nebak ke mana, lah itu Bumi Cinta (salah satu novelnya) saja, masih ada pembacanya yang sampai sekarang masih marah karena alur tebakannya tak terjadi,” kata Kang Abik.

Al-Quran

Terakhir, Alquran menjadi sumber inspirasi yang dipesankan Kang Abik kepada penanya yang sebagian besar mengaku sudah mulai menulis novel-novelnya. Menurut Kang Abik, Alquran sudah memberikan contoh baik penulisan secara detil, baik keburukan lebih lagi kebaikan.

“Alquran itu bacaan paling indah dan beradab dalam menggambarkan baik dan buruk, bahkan untuk kebaikan biasanya lebih detil,” ujar Kang Abik. []

Sumber: Republika


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *