Unik, Informatif , Inspiratif

Raja Salman Buka Suara Soal Kasus Khashoggi

0 228

Kasus kematian Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul bulan lalu masih menyisakan banyak teka-teki, termasuk soal keberadaan jasadnya saat ini. Klaim soal keterlibatan Putra Mahkota Muhammed bin Salman pun terus mencuat seiring berkembangnya kasus ini.

Mengenai hal ini, Raja Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud akhirnya menyampaikan pernyataan publik pertamanya. Raja Salman mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyimpang dalam memperjuangkan keadilan.

Selama ini pun Arab Saudi telah membantah berbagai tuduhan mengenai keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam kasus tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Raja Salman dalam pidato tahunannya di depan Dewan Syura pada Senin (19/11/18). Namun ia tidak secara langsung merujuk pada kasus pembunuhan tersebut.

“Kerajaan ini didirikan atas dasar prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan Islam, dan kami bangga terhadap upaya peradilan dan penuntutan umum,” kata Raja Salman.

“Kami memastikan negara ini tidak akan pernah menyimpang dari penerapan hukum Tuhan dan keadilan,” tambahnya.

Selain itu, dalam pidatonya Raja Salman juga mengkritik Iran soal program nuklirnya, “Masyarakat internasional harus bekerja sama untuk mengakhiri program nuklir Iran dan menghentikan kegiatannya yang mengancam keamanan dan stabilitas,” ujar Raja Salman.

Selanjutnya Raja Salman juga menyebutkan soal stabilitas pasar minyak dan dukungan terhadap upaya PBB untuk mengakhiri konflik di Yaman dalam pidatonya.

Pidato ini disampaikan Raja Salman untuk meyakinkan rakyat Saudi bahwa tidak ada yang berubah sejak hasil penyelidikan terungkap atas pembunuhan Khashoggi, dan mulai memberikan tekanan internasional yang ekstrem terhadap negara itu.

Seperti diketahui sebelumnya, CIA telah menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman berada di balik kasus tersebut. Namun CIA sendiri tidak memiliki bukti langsung yang menghubungkan Pangeran Muhammed dengan kasus itu. Kendati demikian, para pejabat percaya bahwa pembunuhan tersebut tidak mungkin terjadi tanpa persetujuannya. []

 

SUMBER: REPUBLIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline