Unik, Informatif , Inspiratif

Rajin Internetan? Enam Gangguan Mental Ini Mengancam Anda!

0 528

Saat ini internet telah menjadi kebutuhan bagi semua kalangan dan menjadi bagian dari gaya hidup. Layanan yang ditawarkan dalam internet memang membuat orang betah berlama-lama di depan laptop atau gawai.

Ternyata, hal ini akan menimbulkan masalah pada psikologis seseorang. Mulai dari gangguan emosi, hingga rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri. Berikut ini adalah 6 ancaman gangguan mental saat sedang menggunakan internet:

1. Online Intermittent Explosive Disorder/OIED
OIED merupakan gangguan kepribadian seseorang yang ditandai dengan emosi yang mudah meledak di saat online. Gejalanya tidak begitu terlihat, mereka masih bisa bersenda gurau dan hangat pada awal perbincangan. Namun beberapa saat kemudian, amarahnya bisa meledak jika ada sesuatu yang menyinggung perasaaanya. Mereka biasanya meluapkan ke akun media sosial untuk mewakili perasaan tertentu.

Hal ini bisa terjadi karena biasanya seseorang menahan hasrat untuk melakukannya di dunia nyata. Sementara di online, orang biasanya menyembunyikan identitasnya sehingga bebas untuk meluapkan amarahnya tanpa takut reputasinya akan buruk.

2. Low Forum Frustration Tolerance/LFFT
Gangguan ini terlihat dari toleransi yang rendah terhadap kekalahan dalam forum. Mereka yang suka melakukan posting sering kali merasa bahwa tulisannya sangat sempurna sehingga setiap waktu mengecek notifikasi postingan tersebut. Jika mereka mendapat komentar miring penuh kritik, maka dengan cepat mereka akan meluncurkan jawaban yang mematahkan tanggapan itu. Jika tidak ada yang memberikan komentar, mereka akan mengirimkan komentarnya sendiri – mungkin dengan nama lain – untuk meramaikan tulisannya.

3. Munchausen Syndrom
Gangguan ini ditandai dengan postingan yang merendahkan diri sendiri agar tergambar seperti orang sakit. Mereka membuat kebohongan, menirukan atau menambah buruk suatu keadaan. Hal ini terjadi karena sangat mudah membuat kebohongan di internet. Pasalnya tidak seorang pun bisa memeriksa kebenaran dan fakta-faktanya.

4. Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD
Ini adalah gangguan kepribadian yang tergoda memaksa orang lain pada saat online. Gangguan ini contohnya dalam kegilaan tata bahasa. Jika ada seseorang yang salah ketika memposting sesuatu, maka dia langsung menyerang dan dengan keras memprotesnya.

Mengapa demikian? Penderita OCPD merasakan ketakutan yang tidak logis terhadap dunia yang lebih berantakan dibanding dengan yang dia pikirkan; sehingga secara cepat keadaan menjadi lebih buruk sampai ada seseorang yang memperbaikinya.

Di Internet, setelah membaca setiap komentar, orang normal akan menderita nasib yang sama. Tata bahasa yang keliru, pilihan kata yang tidak tepat, atau bahasa gaul yang membingungkan, mendesak Anda untuk mengoreksinya. Tidak sulit merasakan keinginan untuk melatih diri menggunakan bahasa yang benar.

5. Low Cyber Self-Esteem (LCSE)
Gangguan ini ditandai dengan rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri. Jika sampai kepada tingkat ekstrem, hal itu dapat berubah menjadi Online Erotic Humiliation atau pelecehan seksual secara online, di mana pelecehan menjadi sebuah tindakan nyata. Sehingga ketika Anda mengatakan kepada seseorang agar melakukan sebuah tindakan seksual, mungkin dia akan menganggap hal itu penting dan dia dengan sungguh-sungguh akan melakukannya.

6. Internet Asperger’s Syndrome
Gangguan ini ditandai dengan hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang. Hal ini disebabkan karena mereka sehari-hari berhadapan dengan sebuah benda mati dan berkomunikasi via papan tombol dan monitor dalam satu kesempatan.

Secara ringkas, sindrome ini menyerupai autisme yang tampak berupa ketidakmampuan biologi untuk menunjukkan empati kepada manusia lain, mungkin disebabkan ketidakmampuan untuk mengenali isyarat nonverbal.

Mereka secara terus-menerus bertingkah aneh dan mengganggu disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa Anda terganggu. Ada bagian dari otak mereka yang rusak.

Tidak ada larangan untuk internetan jika sebatas kewajaran. Jangan biarkan internet menguasai dan mengendalikan Anda. []

 

SUMBER: INFOYUNIK

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline