Unik, Informatif , Inspiratif

Menengok Ramadhan Panas di Ethiopia Timur

0

Gelombang panas yang melanda wilayah Ethiopia menjadi yang terpanas dalam beberapa tahun. Salah satunya warga di wilayah Afar, Ethiopia Timur mendapatkan kondisi kekeringan yang parah. Namun, hal tersebut tak menghalangi pelaksanaan Puasa Ramadhan.

Salah satunya Muhammad Utban, warga yang tinggal di sebuah rumah kecil berbentuk tenda bersama keluarganya di daerah yang terkena kekeringan, mengatakan bahwa doanya saat ini sebagian besar adalah untuk diturunkan hujan di daerah itu.

“Saya mohon kepada Allah untuk surga-Nya di bulan Ramadhan. Saya berdoa kepada yang maha kuasa untuk mengirim hujan kepada kami,” katanya, lansir Anadoluagency.

Makanan cepat saji Ramadhan tahun ini bagi keluarga Utban adalah sup dan tanggal gandum sederhana; mereka tidak memiliki kemewahan selain itu selain makan daging.

Afar adalah salah satu titik terpanas di Afrika. Populasi di sana sebagian besar adalah komunitas penggembala yang penghidupannya bergantung pada ternak; gembala di sana berusaha mencapai sumber daya air dengan pergi ke berbagai daerah setidaknya dua kali setahun.

Beberapa orang yang tidak dapat menemukan cukup air dan tanah untuk merumput, mencoba untuk menetap di perkotaan dengan menjual hewan-hewan mereka atau mempercayakannya kepada orang lain.

Pergi ke Kota

Pria 35 tahun itu tinggal di pedesaan sekitar ibu kota negara bagian Afar, Semera, dengan dua istri dan delapan anaknya, mengatakan dia mencoba untuk mengadopsi kehidupan kota dengan melepaskan gaya hidup lamanya dari bergembala.

Dia bekerja di agen pemerintah sebagai petugas keamanan 12 jam sehari, mendapatkan gaji 1.800 birr($ 65); dengan gaji tersebut, dia masih bermimpi memiliki rumah dengan listrik suatu hari nanti.

Dia mengatakan tidak dapat mencari nafkah dari ternaknya setelah hujan menjadi langka di wilayah tersebut.

“Saya bukan lagi seorang gembala. Saya mempercayakan semua hewan yang saya miliki kepada saudara laki-laki saya,” katanya.

Dia mengatakan, gajinya tidak pernah cukup untuk mengurus keluarganya; kerabat dan tetangganya membantunya dalam membesarkan anak-anaknya. Menurutnya, sulit bertahan di daerah itu kecuali mereka saling membantu sebagai komunitas. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.