Kejanggalan Foto
Foto: Kumparan

Ramai Dibicarakan, Inilah 4 Kejanggalan Foto Setya Novanto yang Sedang Dirawat

Sebuah foto memperlihatkan Ketua DPR Setya Novanto yang sedang dirawat, dijenguk oleh Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Endang Srikarti Handayani. Selintas foto tersebut tampak biasa saja, namun akhirnya harus menuai perbincangan karena ada beberapa hal yang dianggap janggal.

Berikut 4 hal yang dianggap janggal dalam foto tersebut seperti dilansir Kumparan:

1. Elektrokardiogram (EKG)
EKG yang berada di sisi kanan atas Novanto adalah yang paling menuai tanda tanya. Alat itu menampilkan grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Pada kondisi normal, EKG menampilkan grafik yang bergelombang. Namun pada Novanto, garis EKG terlihat datar.

Beberapa dokter yang dikirimi foto itu oleh kumparan mengaku heran dengan grafik datar pada layar EKG. Salah satunya dokter di RSCM yang menilai grafik pada EKG itu datar karena mungkin alat itu tidak terpasang ke tubuh Novanto.

Alat medis itu umumnya memiliki 3 kabel elektroda yang dipasang di badan pasien. Jika grafik tak bergelombang, maka artinya tidak ada denyut jantung atau alat tidak dipasang.

Padahal, Setya Novanto disebut ada masalah pada jantungnya, sehingga alat itu harus dipasang. Apalagi disebut mengalami kateterisasi Jantung. EKG juga penting untuk mengetahui rekam pola nafas pasien. “Kalau benar jantung, kok enggak dipasang,” ucapnya.

Sementara, angka 90 pada layar menunjukkan nadi yang normal. Angka itu berasal dari alat yang dijepitkan di jari bernama pulse oximeter. Intinya mesin EKG tampaknya memang menyala namun tidak digunakan.

2. Syringe Pump
Alat syringe sebagaimana foto di atas digunakan untuk mengontrol jumlah cairan atau obat ke dalam tubuh pasien dalam jangka waktu tertentu secara teratur. Dengan alat itu jumlah cairan infus yang masuk bisa ditentukan habis sekian cc dalam berapa jam.

Namun alat yang digunakan Novanto itu menuai tanda tanya karena mestinya dilengkapi dengan spuit yang berbentuk suntikan untuk menyuplai obat. “Yang hijau itu syringe pump, tapi suntikannya ke mana?”.

Salah seorang kerabat Novanto menyebut suntikan atau spuit itu ada, namun berada di dalam alat yang berbentuk kotak hijau itu.

3. Jarum Suntik
Hal lain yang menuai tanda tanya adalah kondisi jarum suntik untuk infus di tangan Setya Novanto. Kondisi paling umum, posisinya berada tepat di punggung tangan karena pembuluh darah venanya lebih mudah terlihat, namun pada foto Novanto posisinya di sekitar pergelangan tangan.

“Kok posisi infusnya di sekitar pergelangan tangan. Biasanya di punggung tangan karena pembuluhnya lebih besar,” lanjutnya. Meski memang tak salah jika Novanto bisa dilakukan infus di dekat pergelangan tangan. Hal ini dikonfirmasi kerabat Novanto yang memastikan Novanto memang diinfus.

4. Sungkup di Hidung
Alat medis lain paling mencolok dalam foto yang beredar adalah yang menempel pada hidung, yang dikenal dengan sungkup. Biasanya, sungkup dipakai untuk mengalirkan oksigen dan dikenakan dengan menutupi hidung dan mulut.

Tapi pada foto Novanto itu hanya menutupi hidung saja. “Ada banyak macam sungkup, kalau untuk oksigen biasanya yang hijau menutupi hidung dan mulut. Alat ini juga terhubung ke mesin di belakang. Tapi tidak tahu itu terhubung ke mana, sepertinya bukan terapi oksigen. Ada juga sungkup untuk terapi uap,” paparnya.

Kerabat dekat Novanto menyebut sungkup itu untuk oksigen sekaligus terapi sinus yang dipakai saban malam atau saat Novanto mengalami keluhan. “Yang jelas bukan oksigen,” ucap si dokter.

Lantaran sakit itu, Setya Novanto tidak memenuhi panggilan KPK. Novanto sakit sejak Minggu (10/9), setelah terjatuh saat bermain pingpong di kediamannya. Dia sempat dirawat di RS Siloam sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Premier. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *