ramalan, Ramalan Terwujud Bukan karena Peramalnya yang Hebat, Tapi…
Unik, Informatif , Inspiratif

Ramalan Terwujud Bukan karena Peramalnya yang Hebat, Tapi…

0

RAMALAN dapat terwujud? Mengapa? Itu semua karena Allah SWT menghendaki. Ramalan bisa terwujud bukan berarti si peramal itu hebat sehingga bisa mengetahui masa depan. Itu semua cuma tipu daya setan saja. Atau semua itu telah ditakdirkan Allah SWT tetapi betepatan setelah si fulan mendatangi si peramal.

Tetapi, jika dilihat dari sudut pandang psikologi, ini bisa diakibatkan karena sugeti, sekali lagi bukan karena si peramal, ya. Jadi, tugas si peramal ialah hanya memberikan sugesti positif ke dalam alam bawah sadar si fulan.

Nah, sugensti ini secara tidak langsung telah masuk dalam alam bawah sadar si fulan, sehingga otak si fulan terarah kepada hal yang telah disugestikan dan memunculkan percaya diri si fulan untuk bisa melakukan hal yang disugestikan oleh si peramal.

BACA JUGA: Ini dia Bahaya Percaya Ramalan Awal Tahun!

Yuk kita tengok! apa sih sugesti itu? Sugesti dapat muncul dari luar, maupun dari dalam. Dari luar artinya sugesti diberikan oleh orang lain, atau objek yang berada diluar diri seseorang. Dari dalam artinya sugesti diberikan oleh diri sendiri untuk diri sendiri.

Sugesti dapat berakibat buruk (sugesti negatif) dapat pula berakibat baik (sugesti positif) bagi orang yang tersugesti. Apabila materi yang diberikan saat memberi sugesti pada seseorang bersifat negatif, maka hasilnya orang tersebut mungkin akan terpengaruh dan akhirnya mengikuti sugesti negatif tersebut. Begitu pula jika sugesti yang diberikan positif, bisa saja orang yang menerima sugesti mengikuti sugesti positif tersebut.

Sugesti positif memiliki banyak sekali manfaat. Sugesti ini dapat menjadi penyembuh alami yang efektif bagi diri sendiri maupun orang lain. Contoh kasus misalnya “batu ponari” yang dapat menyembuhkan banyak orang. Terlepas dari hal mistik, pada dasarnya orang-orang yang sembuh karena batu tersebut sedang atau telah tersugesti oleh keampuhan batu tersebut, sehingga didalam dirinya muncul suatu kekuatan yang mampu menyembuhkan.

Contoh lainnya adalah orang yang sedang kasmaran. Misalnya si A sakit berhari-hari (misalnya deman, panas, meriang dsb) karena sang pujaan hati pergi meninggalkannya. Sudah diobati ke dokter, tapi dokter mengatakan si A tidak apa-apa. Setelah sang pujaan hati datang menjenguk, tiba-tiba saja si A menjadi fit dan bersemangat lagi. Dalam kasus ini, sugesti berperan besar dalam memberi dorongan semangat, sehingga deman, meriang dan sebagainya, hilang dalam sekejap.

BACA JUGA: Siapakah Satrio Piningit Dalam Ramalan Jayabaya?

Nah, jadi bukan karena si peramal yang bisa melihat masa depan atau karena ia hebat. Tetapi itu merupakan sugesti positif yang diberikan oleh si peramal yang masuk kedalam alam bawah sadar yang tersugesti.

Dan sekali lagi, sebuah kejadian yang ada di muka bumi ini merupakan atas seizin Allah SWT, maka tidak aka nada dau yang jatuh bila Allah SWT tidak berkehendak.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman: “Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku,” (Muttafaqun ‘alaih). []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.