Foto: The National

Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub 2018, Ini Jalan Pertandingannya

Piala Dunia Antar-Klub 2018 dimenangkan oleh Real Madrid. Los Blancos mengunci kemenangan setelah sukses mengalahkan Al Ain dengan skor 4-1 dalam final yang digelar di Stadion Zayed Sports City, Sabtu (22/12/2018) malam WIB.

Gol-gol Madrid di laga ini dicetak oleh Luka Modric, Marcos Llorente, Sergio Ramos, dan satu gol bunuh diri Yahia Nader.

BACA JUGA: Solari, “Jembatan Mesra” Derbi Madrid

Bagi Madrid, torehan ini menjadi spesial karena selama tiga kali berturut-turut, yakni sejak 2016 sampai 2018 sekarang, mereka selalu sukses menggondol gelar Piala Dunia Antarklub.

Pada pertandingan ini, Madrid menurunkan susunan pemain yang tidak jauh beda ketika mereka menghadapi Kashima Antlers. Trio lini depan masih diisi Karim Benzema, Lucas Vazquez, dan Gareth Bale, dengan Luka Modric, Marcos Llorente, dan Toni Kroos mengisi lini tengah. Raphael Varane dan Sergio Ramos masih menjadi duet di lini pertahanan.

Sementara itu, Al Ain juga turun dengan para pemain terbaik mereka. Di lini depan, ada nama Marcus Berg dan Mohamed Abdulrahman, dengan Hussein El Shahat, Tongo Doumbia, Rayan Yaslam, dan Caio di lini tengah. Ismail Ahmed dan Mohammed Fayez menjadi duet di lini pertahanan Al Ain, diapit Tsukasa Shiotani dan Mohamed Ahmed di posisi bek sayap.

Di awal babak pertama, kedua tim saling melempar serangan satu sama lain. Al Ain, walau kalah dari segi kualitas atas Madrid, menampilkan perlawanan yang cukup ciamik. Bahkan, sekira menit 5, mereka hampir membobol gawang Madrid andai mereka lebih tenang dalam melepas tembakan ke gawang Thibaut Courtois.

Sempat kaget menerima tekanan Al Ain, seiring jalannya laga, Madrid mampu menguasai situasi dengan baik. Alhasil, mereka mampu melepas 8 tembakan ke gawang Al Ain, dengan 2 di antaranya merupakan tembakan yang mengarah ke gawang. Bukan cuma itu, Madrid juga akhirnya mampu mencetak gol lewat sepakan Modric pada menit 14, memanfaatkan umpan dari Benzema.

Setelah unggul, Madrid mulai mendominasi laga atas Al Ain. Tidak hanya sukses melepas 8 tembakan, sampai menit 32, mereka mampu menguasai bola dengan persentase penguasaan bola mencapai angka 65% berbanding 35%. Di lini tengah, Modric dan Kroos begitu asyik dalam mengatur aliran bola, begitu juga dengan Bale, Benzema, dan Vazquez yang beberapa kali hadirkan tekanan ke lini pertahanan Madrid.

Di sisa waktu 10 menit babak pertama, Madrid semakin enak dalam melepas serangan ke gawang Al Ain, Malah, ada satu peluang yang diciptakan Modric pada menit 38, mencerminkan bagaimana para pemain di lini tengah Madrid mampu melepas tembakan sesekali ke gawang Al Ain jika ada kesempatan.

Meski mampu mendominasi laga dan intens dalam melepaskan serangan ke gawang Al Ain, sampai babak pertama usai, ‘Si Putih’ tak kunjung menambah angka. Skor 1-0 pun menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Madrid masih mendominasi laga. Hampir sama ketika mereka melawan Kashima di semifinal, di babak kedua ini Madrid semakin nyaman dalam mengalirkan bola. Bahkan, tak jarang dua bek sayap Madrid juga ikut mamu ke depan, meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Al Ain.

Hasil dari permainan yang nyaman ini berbuah gol kedua yang sukses Madrid cetak pada menit 60. Berawal dari sepak pojok, bola sukses dihalau oleh para pemain belakang Al Ain ke luar kotak penalti. Alih-alih aman, bola malah mendarat di kaki Llorente yang sukses menghujamkan bola ke gawang Al Ain. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Madrid.

Sadar bahwa mereka tertinggal semakin jauh, Al Ain melakukan perubahan sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap Madrid. Berturut-turut dua pemain, yakni Bandar Al-Ahbabi dan Amer Abdulrahman dimasukkan pada menit 64 dan 67. Masuknya dua pemain ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas serangan Al Ain.

Memang, intensitas serangan Al Ain jadi meningkat. Namun, itu hanya beberapa menit saja. Memasuki menit 70, atau setelah Dani Ceballos masuk menggantikan Kroos, Madrid kembali memegang kendali permainan. Hasilnya, pada menit 78, mereka sukses mencetak gol ketiga lewat sundulan Ramos, memanfaatkan sepak pojok dari Modric. Skor berubah 3-0 untuk keunggulan Madrid.

Unggul 3-0 membuat Madrid semakin nyaman dalam bermain. Nama-nama baru lain yang dimasukkan, semisal Casemiro dan Vinicius Junior, pada akhirnya hanya sebentuk penyegaran saja untuk permainan Madrid. Di sisi lain, meski sudah tertinggal 0-3, Al Ain masih berusaha keras menipiskan ketertinggalan. Beragam upaya masih coba mereka lakukan.

Upaya-upaya Al Ain untuk menyamakan kedudukan ini pun berbuah positif pada menit 86. Memanfaatkan umpan dari Caio, Shiotani berhasil membobol gawang Courtois. Skor berubah menjadi 1-3. Al Ain pun semakin bersemangat menipiskan ketertinggalan dengan usaha yang mereka miliki.

Sialnya, usaha itu malah berbuah petaka tambahan bagi mereka. Asyik menyerang membuat Al Ain justru kebobolan lagi pada menit 90+1. Berawal dari serangan cepat, Vinicius berhasil menerobos pertahanan Al Ain. Ia melepas tembakan, dan tembakan itu mengenai Yahia Nader, pemain Al Ain. Beruntung bagi Madrid, arah bola berbelok ke gawang sehingga menjadi gol. Madrid unggul 4-1.

Sampai laga usai, keunggulan 4-1 Madrid atas Al Ain tidak berubah. Madrid pun sukses merengkuh gelar Piala Dunia Antarklub 2018. []

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *