Risiko Meninggal, Pria Ini Harus Minum 20 Liter Sehari

Kebutuhan air pada bayi hingga dan lanjut usia lebih sedikit dibanding remaja dan dewasa yang sehat, yakni dua liter perhari normalnya. Namun kasus langka satu ini mengharuskan penderita suatu penyakit untuk minum 20 liter perhari.

Marc Wubbenhorstharus, Pria asal Jerman ini mengidap kondisi langka yang membuatnya harus minum 20 liter air sehari.

Jika tubuhnya kekurangan air, maka dia berisiko meninggal akibat dehidrasi. Wubbenhorst menderita penyakit langka, yaitu Diabetes Insipidus.

Penyakit tersebut menyebabkan rasa haus yang berlebihan. Jika dia berhenti minum air putih, dia mulai mengalami dehidrasi dan dia bisa mati kehausan dalam hitungan jam.

Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Marc tidak bisa menahan rasa hausnya lebih dari satu jam, karena ia mulai mengalami gejala dehidrasi parah, seperti bibir pecah-pecah, dan pusing. Hal tersebut adalah gejala yang dialami kebanyakan orang dewasa setelah dua atau tiga hari kekurangan cairan.

“Saya mengalami depresi karena kondisi ini,” kata Marc. “Saya tidak ingin pergi keluar jauh dari zona aman saya,” lanjut dia.

50 kali sehari ke toilet

Untuk mengisi kebutuhan tubuhnya, dia memulai harinya dengan sebotol air yang berukuran besar. Di malam hari, dia mengakui bahwa tidak pernah tidur lebih dari dua jam. Dia harus bangun, karena dehidrasi dan ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua cairan yang ia minum. Secara keseluruhan, ia ke toilet hingga 50 kali dalam 24 jam.

Marc harus selalu mempertimbangkan kondisinya saat merencanakan jadwal kerja dan waktu luangnya. Kondisi ini membuatnya tidak bisa melakukan penerbangan jarak jauh, karena ia tidak tahu bagaimana mengatasi dehidrasinya jika dalam keadaan darurat.

“Saya tidak bisa melakukan perjalanan panjang atau olahraga,” tambahnya.

Hampir Meninggal di Stasiun Kereta

Dilansir dari Neue Westfälische, Marc mengingat bahwa ia hampir meninggal karena penyakitnya. Dia memiliki hari yang sangat panjang di kantor, kemudian dia berada di sebuah kereta tanpa sebotol air. Perjalanannya tidak terlalu lama, tapi pada saat itu kereta mogok hingga membuatnya mengalami dehidrasi parah tanpa sebotol air.

Pada saat dia turun di stasiun Jahnplatz, Bielefeld, dia sudah mengalami gejala dehidrasi parah. Dia pusing dan sangat butuh cairan. Untungnya saat itu ada temannya dan mengetahui kondisinya, kemudian memberinya air dan menyelamatkan hidupnya.

Menurut My Virtual Medical Center, kondisi dehidrasi parah atau penyakit diabetes insipidus dalami 1 dari 25.000 orang di seluruh dunia.

Liputan6


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

dampak buruk bekerja dari rumah

Pekerja Keras Rentan Alami Burnout, Ini Ciri-cirinya

Stres pun biasanya akan datang saat sudah sangat letih bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *