Unik, Informatif , Inspiratif

Rocky Gerung: Pers Nasional yang Tak Siarkan Reuni 212 Sama dengan Penggelapan Sejarah

0 1.088

Di acara salah satu tv swasta, TvOne, Indonesia Lawyer Club (ILC) mengangkat topik hangat seputar Reuni Akbar 212 yang digelar di Monas Jakarta pada 2 Desember 2018. Salah satu yang memberikan statemen adalah pengamat sekaligus ahli filsafat dari Universitas Indonesia, Rocky Gerung.

Rocky menyoroti pers nasional yang dinilainya menggelapkan sejarah karena tidak memberitakan peristiwa 212 yang dinilainya bersejarah. Hanya tvOne, katanya, yang masih konsisten sebagai pers.

BACA JUGA: Raja Juli: Reuni 212 Hanya Mungkin Terjadi di Negara Demokratis

“Ini peristiwa sejarah. Bayangkan misalnya kalau tvOne pada waktu itu jensetnya mati listriknya korslet maka tidak ada yang memberitakan peristiwa sejarah,” kata Rocky.

Menurutnya, kalau pers nasional tidak memberitakan peristiwa 212, itu artinya pers memalsukan sejarah.

“Karena orang enggak pernah tahu ada peristiwa dengan kumpulan orang sebanyak itu, dengan ketertiban, dengan kepemimpinan intelektual, tapi tidak dimuat oleh pers. Mau disebut apa itu? Bukankah itu disebut penggelapan sejarah oleh pers Indonesia?” tutur Rocky.

BACA JUGA: Kaitkan Reuni 212 dengan Pembakaran Bendera, PBNU Kecam Dubes Saudi

Saat ini, Rocky menyebut pers layaknya sudah jadi humas pemerintah.

“Akhirnya pers kita itu sekedar jadi humas pemerintah. Baca pers mainstream itu kayak brosur pemerintah,” ujar dia. []

SUMBER: RMOL

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline