Foto: Instagram

Roger Takut “Murtad” karena Hadiri Pemakaman Ibu, Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat

Dalam kesempatannya, Roger Danuarta bertanya kepada Ustadz Adi Hidayat tentang kekhawatirannya saat menghadiri pemakaman sang ibu. Takut murtad.

“Saya Roger, saya mau bertanya pada Ustadz. Saya baru saja menjadi mualaf dan kemarin ini ibu saya baru saja meninggal dan saya pun memakamkan beliau,” ujar mualaf sejak 29 Oktober 2018 itu.

BACA JUGA: Bukti Sudah Jadi Mualaf, Roger Danuarta Tuliskan Ini di Instagram-nya

“Yang ingin saya tanyakan adalah apakah saya murtad? Karena ada orang yang menyatakan saya itu murtad,” sambungnya lagi.

Menurut Roger Danuarta, memakamkan jenazah sang ibu adalah bentuk baktinya sebagai seorang anak. “Padahal kalau menurut saya, kalau bukan anaknya, siapa lagi yang harus memakamkan orangtuanya,” ucap Roger Danuarta.

Ustadz Adi Hidayat pun menjawab dengan perlahan bahwa Roger Danuarta tak akan dinyatakan murtad atau keluar dari Islam selama ia tak meyakini proses yang terjadi dalam pemakaman ibunya. Justru, kata Ustadz Adi Hidayat, adalah hal wajib berbakti kepada orangtua.

“Bakti anak kepada kedua orangtua sepanjang dalam urusan dunia, jika memang terjadi perbedaan keyakinan maka dia tidak terbatas. Kalau urusan ibadah, itu bisa berbeda. Beliau ibadah di tempat lain, Anda di tempat lain. Jangan saling paksa, kata Allah, berikan toleransi,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat pun memuji sikap Roger Danuarta yang ingin menunjukkan baktinya hingga akhir hayat sang ibu.

BACA JUGA: Roger Danuarta Dirangkul Tim Ganteng Ganteng Syar’i

“Kalau Anda datang, untuk meniatkan misalnya hanya sekadar menghormati, hadir di situ tapi tidak meyakini apa yang dilakukan, hanya untuk menampilkan bakti terakhir, jumpa dengan ibu terakhir kali, dan sebagainya, itu tidak masalah. Sepanjang Anda tidak meyakini prosesnya benar, misalnya kremasi dan sebagainya. Anda hadir di situ karena Anda pernah dilahirkan, pernah dirawat. Nah, itu luar biasa,” tutup Ustadz Adi Hidayat.[]

SUMBER: SUARA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *