Rohingnya, Keluargaku Sayang

15109626_10154070450843519_969241074788117051_nINSPIRADATA. Gumpalan Asap Mengepul dalam lautan langit. Membawa kepulan kepedihan yang tak berujung. Jikalah bumi ini bisa bicara, mungkin ia akan mengatakan kepada seluruh manusia. Jika kau tak pernah melukai mereka. Jangankan melukai, menyentuh pun tidak. Tapi, apa yang mereka perbuat? Bagai membakar kayu dalam tungku.

Jikalah langit bicara kepada seluruh penjuru bumi yang berada di bawahnya, masihkah mereka diam? Sedangkan kau menjerit, menahan rasa sakit dan panas dari kobaran api. Jasad bergelimpangan bak arang dalam perapian. Hati-hati yang tak berdosa dihancurkan tanpa pandang bulu. Entah dimana mereka letakan nuraninya. Mereka pisahkan antara anak dan orangtua, kerabat dan sanak saudara.

Jikalah mata dan hati manusia buta. Telinganya tuli. Tapi semua itu takkan membuatmu berputus asa.

Dalam sujud kau panjatkan doa dan pertolongan. Hanya kepada-Nya kau memohon dan meminta kemudahan. Disaat saudara lain di sebrang pulau, mendoakan dan berusaha untuk meringankan bebanmu. Kau senantiasa tegar dalam lindungan-Nya.

Disini kami sadar, bahwa kau lebih tangguh dan tegar. Bersyukur dalam kesempitan, membuat hatimu lapang. Sang kesatria kesabaran, ketangguhan dan keteguhan dalam menjaga kalimat La Ilaha Illallah. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *