Unik, Informatif , Inspiratif

Rp 85 Triliun Harta Gaddafi, Hilang Misterius

0 7.578

 

Setidaknya, 5,6 miliar dolar AS (sekitar Rp. 85 triliun) raib dari rekening pribadi mantan presiden Libya almarhum Muammar Gaddafi. Uang tersebut sebenarnya telah dibekukan di sejumlah bank Belgia.

Otoritas Belgia hingga kini masih menyelidiki misteri bobolnya rekening. Diduga uang tersebut dialirkan ke pihak misterius di Libya. Namun, hingga kini penerima transferan tersebut masih belum terlacak.

Investigasi ini dilakukan langsung Jaksa Agung Belgia George Gilkinet. Kepada Televisi RTBF Belgia, Gilkinet, mengatakan, harta Gaddafi yang raib itu dalam jumlah euro sebesar 5 miliar dan telah dialirkan ke pihak misterius di Libya.

PBB juga melakukan investagasi yang sama. Bobolnya rekeneing Gaddafi menandakan bahwa Belgia belum sepenuhnya menjalankan keputusan PBB untuk membekukan seluruh harta Libya, terutama milik Gaddafi.

“Saya minta pemerintah segera menjelaskan keadaan agar tidak menimbulkan kekacauan besar,” kata dia seperti dilansir Alarabiya, Selasa (31/10/2018).

Sebelumnya, pembekuan aset Gaddafi memang sudah dilakukan sejak 2011 atas instruksi PBB. Total asetnya mencapai 16,1 miliar euro. Namun, keuntungan dari aset tersebut ternyata tidak tersentuh sama sekali hingga akhirnya terungkap belakangan ini.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Tim Pencarian Aset Libya yang berada di bawah Dewan Sentral Pemerintahan Koalisi, Anwar Arif, mengatakan, “Belum ada permintaan dari pihak manapun untuk investigasi terkait identitas pihak itu dan pengawasan atas pergerakan transaksi yang datang ke Libya.”

Dia menyebutkan, sejak tujuh tahun terakhir, upaya penelusuran aset-aset Libya di luar negeri memang kerap menemui kendala. Ini, antara lain, karena ada upaya tertentu untuk menguasai aset tersebut dan belum adanya angka resmi terkait berapa jumlah pasti total aset tersebut.

Terbongkarnya skandal ini memunculkan perdebatan di Belgia. Hilangnya harta Gaddafi juga menimbulkan kekhawatiran baru, yaitu kemungkinan dana tersebut akan disalahgunakan untuk mendanai milisi-milisi bersenjata yang berkontribusi menciptakan instablitas Libya pada saat ini.[]

REDAKTUR: KESIT SUSILOWATI | SUMBER: REPLUBIKA

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline