Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul Melontarkan Pernyataan yang tak Terduga Terkait Penahanan Ahok

INSPIRADATA. Ruhut Sitompul melontarkan pernyataan yang begitu mengejutkan terkait dengan dipenjaranya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia menyatakan siap melakukan apapun demi mengeluarkan Ahok dari tahanan. Demikian disitat dari Suara, Kamis (11/5/2017).

“Aku bersedia apapun untuk Ahok bersedia. Apapun, kalau perlu aku menggantikan dia dalam penjara. Karena dia itu seorang pemimpin yang diberikan Tuhan kepada kita kok,” kata Ruhut, Kamis (11/5/2017).

Ruhut yang pernah menjadi juru bicara Ahok dan Djarot dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta kemarin mengatakan dirinya menghormati proses hukum yang Ahok jalani. Tetapi, Ia menyayangkan sikap Majelis Hakim yang tidak mempertimbangkan prestasi Ahok selama menjadi Gubernur Jakarta dalam persidangan.

“Keputusan pengadilan tidak ada pertimbangan yang meringkankan terkait prestasi dia. Padahal prestasi dia sebagai gubernur DKI sangat hebat,” katanya.

Setelah divonis pada Selasa (9/5/2017), Ahok langsung ditahan di rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Malam harinya, Ahok dipindahkan ke Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Gelombang dukungan untuk membela Ahok pun datang silih berganti.

Pendukung Ahok menyatakan siap untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan Ahok, di antaranya Djarot. Tim kuasa hukum Ahok yang diketuai Trimoelja D. Soerjadi pun sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tak lama setelah Ahok divonis bersalah.

Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi terkait pemohonan penangguhan tersebut. Para pendukung Ahok masih bernegosiasi agar penahanan Ahok ditangguhkan, tak hanya itu, mereka juga mengajukan Kejaksaan untuk menjadikan Ahok sebagai tahanan kota.

Sementara itu, anggota DPR RI pun turut berkomentar, dia adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil. Ia menilai, pembelaan terhadap Ahok sah saja. Namun jika permohonan tahanan kota tersebut diberikan, maka hukum di Indonesia telah dicederai.

“Itu tergantung hakim. Hakim kan ketika memerintahkan untuk menahan sudah ada pertimbangan-pertimbangan, bukan emosi,” kata Nasir kepada Suara.com.

Apapun yang menjadi keputusan Majelis Hakim harus dihormati, begitupun tuntutan para pendukung Ahok, harus dihormati karena itu hak mereka.

“Kalau meminta dilakukan penangguhan penahanan atau sebagai tahanan kota silahkan. Tapi kalau hakim mengabulkan berarti inkonsistensi hakim ini. Kalau itu dikabulkan berarti peradilan itu tidak lagi berwibawa. Karena keputusannya sendiri dianulir,” ujar Nasir.

Nasir mengatakan penahanan di penjara secara esensial tentu berbeda dengan tahanan kota.

“Orang kan ditahan di rutan ada proses pembelajaran, berbeda dengan tahanan kota. Rutan ada proses pembelajaran bagi terpidana tersebut, jadi pentingnya itu sebetulnya,” ujar Nasir. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *