Unik, Informatif , Inspiratif

Rusia Ancam Akan Kirim Rudal Nuklir ke Amerika Serikat

0

Amerika Serikat terancam akan dikirim rudal nuklir yang akan dikirim oleh Presiden Vladimir Putin. Tidak hanya itu, ia juga mengancam nuklir ini akan dikerahkan dalam waktu dekat, dan langsung mengarah jantung Amerika Serikat.

BACA JUGA: Ternyata 7 Presiden Amerika Serikat Ini Pernah Jatuh Miskin lho

Komentar Putin ini ditolak oleh Departemen Luar Negeri AS Mike Pompeo di Washington. ia mengatakan ancaman Putin ini merupakan propaganda yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran rusia terhadap Perjanjian Pengawasan Senjata Nuklir (INF).

Putin mengatakan, ini bukan merupakan hal pertama yang akan dilakukan sebagai tanggapan atas keputusan Washington mundur dari INF pada bulan ini.

Saat mengucapkan sambutannya tentang kemungkinan perlombaan senjata baru, Putin mengatakan reaksi Rusia terhadap kebijakan AS sangat tegas.

“Adalah hak mereka untuk memikirkan apa yang mereka inginkan. Tetapi bisakah mereka memperhitungkannya? Saya yakin mereka bisa. Biarkan mereka menghitung kecepatan dan jangkauan sistem senjata yang kami kembangkan,” kata Putin di hadapan Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.

“Rusia akan dipaksa untuk membuat dan menggunakan jenis-jenis senjata yang dapat digunakan tidak hanya pada wilayah dari mana ancaman langsung terhadap kita berasal, tetapi juga wilayah-wilayah di mana pusat-pusat pengambilan keputusan berada,” kata Putin.

“Senjata-senjata ini, dengan spesifikasi taktis dan teknis, termasuk waktu penerbangan mereka ke pusat komando yang saya bicarakan, akan sepenuhnya sesuai dengan ancaman yang akan diarahkan terhadap Rusia.”

Mike mengulangi klaimnya bahwa Rusia melanggar perjanjian INF sedangkan Amerika Serikat tidak. ia juga mengatakan bahwa Washington tidak akan mengemangkan sistem pengiriman senjata nuklir baru yang mutakhir.

BACA JUGA: Viral, Wanita Asal Sumatera Selatan ini Dilamar oleh Seorang Marinir dari Amerika Serikat

“Pernyataan Presiden Putin adalah kelanjutan dari upaya propaganda Rusia untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan Rusia yang melanggar Perjanjian INF,” tambah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri, yang enggan disebut identitasnya.[]

SUMBER: TEMPO


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.