Unik, Informatif , Inspiratif

Rusia Tak Tepati Janji, Uni Eropa Perpanjang Sanksi Ekonomi

0

Den Haag ( 22/12). Dewan Eropa mengadopsi keputusan tersebut melalui prosedur tertulis dan sesuai dengan peraturan untuk semua keputusan semacam itu dengan suara bulat hari ini, demikian siaran pers Dewan Eropa Uni Eropa memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia dengan target sektor-sektor tertentu sampai 31 Juli 2019.

Perpanjangan ini dilakukan mengingat tidak ada kemajuan dalam perjanjian Minsk sebelumnya. Jadi Dewan Eropa mengambil keputusan politik untuk memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Keputusan memperpanjang sanksi ditetapkan Dewan Eropa menyusul update dari Presiden Macron (Prancis) dan Kanselir Merkel (Jerman) ke Dewan Eropa pada 13-14 Desember 2018 mengenai status pelaksanaan Perjanjian Minsk, di mana seluruh sanksi dikaitkan.

BACA JUGA: PBB Coba ‘Dinginkan’ Rusia dan Ukraina

Sanksi terhadap Rusian tersebut menargetkan sektor-sektor keuangan, energi dan pertahanan, serta sektor barang-barang penggunaan ganda.

Sanksi ekonomi terhadap Rusia mencakup pembatasan akses ke pasar modal Uni Eropa primer dan sekunder terhadap 5 lembaga keuangan milik negara Rusia dan perusahaan-perusahaan Rusia yang disubsidi negara tapi berkedudukan di luar Uni Eropa, termasuk 3 perusahaan besar bidang energi dan pertahanan.

Sanksi ekonomi ini juga memberlakukan larangan ekspor dan impor pada perdagangan senjata.
Sangsi itu juga termasuk penetapan larangangan ekspor untuk barang penggunaan ganda untuk penggunaan militer atau pengguna akhir militer di Rusia.

Uni Eropa juga membatasi akses Rusia ke teknologi dan layanan sensitif tertentu yang dapat digunakan untuk produksi dan eksplorasi minyak.
Sanksi tersebut telah dijatuhkan terhadap Rusia sejak 31 Juli 2014 selama satu tahun. Sanksi ini adalah respon atas tindakan Rusia di Ukraina yang membuat situasi di negara itu tidak stabil dan semakin parah pada September 2014.

BACA JUGA:Gereja Ortodoks Rusia Periksa Pendeta karena Pamer Barang Mewah di Medsos

Kebijakan sanksi juga sebagai reaksi terhadap aneksasi ilegal Krimea dan Sevastopol, terbatas pada wilayah teritorial Krimea dan Sevastopol, saat ini diberlakukan hingga 23 Juni 2019.

Selain sanksi ekonomi, beberapa kebijakan Uni Eropa juga diberlakukan sebagai respons atas krisis di Ukraina termasuk:

Tindakan pembatasan individual yang ditargetkan, yaitu larangan visa dan pembekuan aset saat ini terhadap 164 orang dan 44 entitas sampai 15 Maret 2019.
Batas waktu sanksi dikaitkan dengan implementasi menyeluruh Perjanjian Minsk oleh Dewan Eropa pada 19 Maret 2015, yang diperkirakan akan berlangsung sampai 31 Desember 2015. Karena hal itu tidak terjadi, maka sanksi tetap dipertahankan hingga kini. []

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.