Foto: Liputan6

Saat Bertelepon, Sebaiknya Perhatikan Etika Berikut

INSPIRADTA. Saat sedang bertelepon, baik dengan kerabat, keluarga, atasan atau siapa pun yang belum dikenal, sebaiknya kita harus melakukannya dengan penuh etika.

Mengapa? Karena ketika bertelepon, kita tidak tahu ekspresi dan perasaan lawan bicara kita. Bisa saja mereka merasatersinggung dengan ucapan kita.

Dilansir dari laman magforwomen.com, Rabu (15/3/2017), begini etika menelepon seseorang dengan baik dan benar.

Katakan “Halo!”
Mengatakan “Halo!” adalah sebuah kewajiban dan etika dalam mengawali pembicaraan dalam telepon. Jangan patahkan etika yang satu ini. (Jika lawan bicara kita teridentifikasi seorang muslim, maka sebaiknya diikuti dengan salam).

Jangan menanyakan “Siapa ini?” pada penerima telepon
Jika Anda yang menelepon, maka Anda pula yang harus mengatakan siapa Anda dan dengan siapa Anda ingin berbicara.

Sebutkan nama orang yang Anda telepon
Jika Anda mengenal suara si penerima telepon, maka Anda dapat menyapanya dengan menyebutkan namanya. Hal ini membuat pembicaraan menjadi lebih santai dan tidak kaku.

Jangan berbicara keras-keras
Berbicara di telepon tidak perlu dengan nada yang tinggi dan suara yang keras. Berbicaralah dengan nada dan intonasi yang diperlukan dan sopan.

Pikirkan apa yang akan Anda katakan sebelum menelepon
Sebelum menelepon, pastikan Anda mengetahui tujuan Anda menelepon. Jangan sampai Anda masih bingung apa yang ingin Anda lakukan setelah menelepon.

Jangan memotong saat lawan bicara Anda sedang bicara
Saat lawan bicara Anda sedang berbicara, dengarkan sampai ia selesai dan jangan memotong pembicaraan. Hal ini merupakan etika menelepon yang baik. []


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *