Unik, Informatif , Inspiratif

Saat Korban Tsunami Selat Sunda Harus Bayar RS hingga Belasan Juta (2-Habis)

0

Saat anak Muginarto (48) berada di rumah sakit, tidak ada satupun perwakilan pemerintah yang datang untuk melakukan pendampingan terhadap anaknya.

Ia berharap agar pemerintah dapat menanggung seluruh biaya perawatan anaknya, Nafis Umaam (8), di rumah sakit.

BACA JUGA: Jenazah Putri Kedua Aa Jimmy Ditemukan di Rumah Sakit Umum Daerah Berkah Pandeglang

“Sangat keberatan jika dipungut biaya. Saya tahu karena musibah ditanggung pemerintah, waktu mau dioperasi pihak rumah sakit menerangkan bahwa ini harus bayar. Selain itu Selama di rumah sakit perwakilan pemerintah tidak ada yang mendampingi dan sebenernya rumah sakit juga sudah tau anak saya korban tsunami,” imbuhnya.

Sementara hal yang serupa juga dirasakan oleh Dini Pangestika (25), korban tsunami lainnya. Dia membeberkan, biaya perawatan adiknya bernama Danita Handalia (21) yang juga menjadi korban Tsunami Selat Sunda tidak di tanggung oleh pemerintah.

“Saya juga menjadi korban, adik saya mengalami luka-luka dan mendapatkan jahitan sebanyak 60 jahitan di kepala. Untuk biayanya sebesar Rp 13 juta yang di cover BPJS Rp 2,3 juta sisa bayar sendiri,” bebernya.

BACA JUGA: Saat Korban Tsunami Selat Sunda Harus Bayar RS hingga Belasan Juta (1)

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, mengaku dirinya belum mengetahui jika ada korban tsunami di RSKM yang dipungut biaya perawatan. Ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan kantor Palang Merah Indonesia PMI) Cilegon untuk mencari informasi tersebut.

“Saya belum mengetahui informasinya nanti saya cek ke PMI Cilegon.” ujarnya seraya meninggalkan wartawan.[]

SUMBER: SUARA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline