Unik, Informatif , Inspiratif

Saat Memasuki Puber Kedua

0

 

Ketika kamu menemui siklusmu di akhir masa, kamu mau apa?

Salah satu fase dalam siklus itu, adalah cinta kedua, setelah cinta pertama yang fenomenal. Cinta kedua adalah cinta yang menumpang pada siklus hormonal. Membayangi hidup dengan rona merah muda, tapi membawa bara dalam sekam.

Ini yang sering orang sebut sebagai puber kedua.

Tapi sesungguhnya puber kedua sebenarnya tidak ada dalam dunia medis. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut orang dewasa yang berperilaku selayaknya remaja yang baru memasuki masa pubertas. Beberapa yang terlihat adalah lebih memperhatikan penampilan, perubahan mood yang lebih fluktuatif, stres, rendah diri, atau sebaliknya lebih percaya diri, dan lebih agresif.
Puber Kedua atau perimenopause?

Seorang ahli psikologi menyatakan pubertas kedua sebagai masa-masa ketika kehidupan seseorang kembali melewati periode ‘badai dan stres’ disertai dorongan gairah yang menggebu-gebu, pada usia sekitar 35-40 tahun.
Pubertas kedua juga seringkali dikaitkan dengan masa perimenopause.
Perimenopause adalah masa transisi pada wanita, beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause.

Pada periode ini, produksi estrogen oleh ovarium secara bertahap mengalami penurunan. Masa ini akan berlangsung hingga ovarium benar-benar berhenti melepaskan sel telur dan wanita memasuki masa menopause.

Pada sebagian wanita, masa ini dapat bermula pada usia 30-an atau lebih awal, sementara pada sebagian lainnya pada usia 40-an. Masa ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang berbeda-beda pada tiap wanita, berkisar antara 4 hingga 10 tahun.

Secara fisik, wanita pada masa perimenopause dapat mengalami hot flashes (sensasi panas), kelelahan, haid tidak teratur, jantung berdebar-debar, pusing, sakit kepala, menurunnya tingkat kesuburan, berubahnya hasrat seksual, berkurangnya kepadatan tulang, perubahan kadar kolesterol, payudara terasa kencang, sindrom pramenstruasi yang memburuk, vagina kering, dan lebih sering buang air kecil.

BACA JUGA: Hindari Mencintai secara Berlebihan

Selain perubahan fisik, terjadi juga perubahan secara psikologis dalam masa ini, yang mencakup:

• Perubahan mood secara mendadak.
• Sulit tidur.
• Beban pikiran berlebih.
• Kecemasan.
• Serangan panik.
• Merasa hilang kendali.
• Sulit berkonsentrasi.
• Kebingungan.

Tidak semua wanita akan mengalami seluruh gejala di atas. Namun ini adalah ciri-ciri umum yang dialami wanita pada masa perimenopause. Perubahan-perubahan tersebut dapat membuat wanita yang mengalaminya menjadi bertanya-tanya apa yang salah dengan dirinya. Tidak sedikit wanita pada masa ini mengalami perubahan perilaku dan melakukan hal-hal yang tidak diduga layaknya remaja, sehingga dikatakan sebagai pubertas kedua.

Jadi pada periode ini, akui saja, kamu (mungkin) jatuh cinta dengan pasanganmu kembali. Itu terjadi bila komunisai dengan pasangan selama ini berjalan lancar, terjaga. dalam bahasa rumah tangga, kamu bersamanya membangun hubungan harmonis.

BACA JUGA: Genggam Tangan Pasangan Saat Tidur, Ini Manfaatnya!

Namun bila ini tidak terjadi, sementara kamu menemui siklus cintamu, kamu bisa menumpahkan pada orang yang salah.

Dan itu banyak sekali terjadi di era medsos ini. Kamu memulai hubungan dari sekadar ‘Hi’ hingga ‘hi darling.’ hingga ‘hi darling i miss you.’

Dan bersoraklah saiton yang berada diantara pikiran jiwa hati tuts gadget.
Begitulah cinta, dia bisa membawaku ke surga, semudah dia membawamu ke neraka.

Ketahuilah, kenalilah, cinta yang sesat pasti hanya sesaat. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline