Unik, Informatif , Inspiratif

Saat Muslim Uighur Tinggal Serumah dengan Intelijen Cina

0 309

Saat ini, sekitar 1,1 juta intelijen Cina tinggal dan hidup bersama di rumah etnis Muslim Uighur di Xinjiang.

Mata-mata beretnis Han, menurut harian resmi Partai Komunis Cina merupakan karyawan pemerintah lokal yang menyusup ke rumah warga Uighur untuk mengubah cara hidup dan kepercayaan etnis Uighur yang beragama Islam yang dianggap Cina berpotensi ekstrimis.

BACA JUGA : PBB Khawatir Nasib Muslim Uighur

Seperti dituturkan Halmurat Idris kepada AP, Jumat (1/12/2018), tentang foto keluarga pamannya yang diunggah adik perempuan Idris ke media sosial.

Dalam foto itu ada 4 orang dan satu di antaranya seorang perempuan yang tidak mereka kenal. Perempuan itu tak lain intelijen yang dikirim tinggal bersama keluarga pamannya.

“Lihat, saya punya seorang ibu Han Cina sekarang!” tulis adik perempuan idris, di halaman media sosial.

Intelijen yang tinggal di rumah warga Uighur berbahasa Turki ini bebas mengakses ruang keluarga, ruang makan, hingga ke ruang untuk sembahyang pemilik rumah. Bahkan mengikuti acar apernikahan, pemakanan dan acara remsi yang dianggap sebagai kegiatan pribadi keluarga.

Warga Uihur percaya program ini ditujukan kepada 10 juta Uihgur agar hidup sekular seperti etnis mayoritas Han.

Di masa presiden Xi Jinping, tanah kelahiran etnis Uighur telah menjadi area pemantauan, mulai dari mendirikan pos pengecekan di sudut-sudut jalan hingga memasang alat pengenal wajah, dan CCTV yang memantau orang-orang yang lewat.

Warga Uighur dipantau secara ketat oleh Partai Komunis Cina bahkan sampai ke dalam rumah mereka.

Kader-kader Cina

Program ini bukan yang pertama dilakukan Cina. Pada akhir Desember lalu, otoritas Xinjiang mengadakan kegiatan bertajuk Becoming Family Week dengan mengerahkan lebih dari 1 juta kader ke rumah-rumah Uighur. Kader-kader ini diberi makan bahkan tempat tidur oleh Uighur.

Sejumlah foto-foto tentang tamu yang berkunjung ke rumah Uighur sedang membantu anak-anak Uighur mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak masakan untuk keluarga mereka. Kader-kader ini juga tidur bersama keluarganya di kamar mereka yang nyaman.

Menurut Xinjiang United Front Work Department pada Februari lalu para pekerja pemerintah harus tinggal dengan keluarga yang telah disetujui setiap dua bulan, dengan lama tinggal 5 hari.

BACA JUGA: Nasib Minoritas Muslim Uighur Cina

Keluarga Uigur mengeluarkan biaya untuk tamu mereka itu, yang terkadang jumlahnya mencapai 3 orang untuk setiap sesi dan tinggal lebih dari 5 hari dalam satu sesi.

Mereka memantau secara dekat semua aktivitas anggota keluarga Uighur dan menanyakan segala hal tentang orang-orang yang ditemui di luar rumah.

Bagi keluarga Uighur yang menolak ikut serta dalam program pemerintah Xinjiang, Cina dianggap sebagai ekstrimis. []

SUMBER: TEMPO

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline